Sedih, Sungai di Indonesia Masih Banyak Tercemar

oleh Ahmadi
  • Penelitian tentang pengelolaan sampah sungai sangat diperlukan agar penanganan dilakukan dengan tepat.

envira.id, Jakarta—Sungai merupakan sumber air masyarakat yang sangat penting, sayangnya masih banyak yang tercemar oleh limbah padat (sampah) ataupun limbah cair domestik.

“Karena itu diperlukan penelitian. Ini adalah langkah awal. Oleh karena itu akan dilakukan penelitian lanjutan, terutama terkait hasil analisa segmentasi sampah berdasarkan produsennya,” kata Astryd Viandila Dahlan, Dosen Teknik Lingkungan FTUI, terkait riset sampah plastik yang dilakukan oleh CSWM UI bersama Net Zero Waste Management Consortium dan Komunitas Peduli Ciliwung, akhir pekan lalu.

Dikatakan Astryd, sampah untuk sampel penelitian diambil dari beberapa lokasi, antara lain Bendungan Katulampa, Sukahati, Jembatan Panus, Pintu Air Manggarai, Pintu Air Muara Angke, dan Pintu Air Ancol.

Hasilnya, terkumpul 32.364 sampah yang dikategorikan dalam sepuluh jenis, tujuh diantaranya adalah material polimer berupa kain, karet, kayu, kertas, logam, plastik, dan gabus.

“Sampah berbahan dasar plastik, kain, dan gabus mendominasi,” tandasnya.

Menurut Astryd, sampah plastik banyak ditemukan di berbagai titik baik dalam keadaan utuh maupun serpihan dengan total mencapai 19.466 buah atau 67,88 persen dari seluruh sampah yang dikumpulkan dan dipilah.

Sedangkan, sampah bungkus dan saset plastik yang berhasil dipilah masing-masing mencapai 3.974 dan 3.324 sampah atau sekitar 13 persen dan 11 persen.

Sementara, sampah gabus dan kain berjumlah 3,9 persen, sampah limbah B3 1,7 persen, dan sampah kayu sebesar 0,6 persen.

Terhadap hal ini, Direktur Center for Sustainability and Waste Management (CSWM) Universitas Indonesia (UI) Prof M Chalid memandang perlunya edukasi kepada masyarakat tentang bahaya sampah plastik.

Ia berpandangan, penanggulangan sampah plastik merupakan tanggung jawab dari seluruh pemangku kepentingan baik dari sisi industri, pembuat kebijakan, serta masyarakat sebagai konsumen dari produk yang dihasilkan.

Chalid, yang juga Ketua Himpunan Polimer Indonesia (HPI) menegaskan, riset dan penelitian terkait pengelolaan sampah sangat diperlukan agar penanganan sampah dilakukan tepat. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?