- Pengolahan sampah dapat memberikan nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat.
envira.id, Jakarta–Pengolahan limbah merupakan bagian dari program pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang menjadi komitmen Indonesia serta upaya untuk menurunkan emisi karbon.
“Pentingnya untuk melakukan pengolahan sampah, khususnya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sebagai isu lingkungan yang mendesak,” kata Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin usai meninjau Pabrik Pengolahan Limbah B3 dan PT Fronte Classic Indonesia di Kawasan Industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (27/6).
Wapres juga prihatin limbah B3 dibuang di beberapa tempat sehingga hal ini harus menjadi perhatian bersama karena ini sudah menjadi isu penting.
Lebih lanjut, Wapres menegaskan, pengolahan limbah B3 harus dilakukan di dalam kawasan industri untuk mencegah kerusakan lingkungan di luar kawasan tersebut.
Rencananya Kawasan Industri PIER akan melakukan ekspansi hingga Ngawi, Jawa Timur, dengan total luas mencapai 2.000 hektare.
Atas rencana ini, Wapres mengingatkan sampah yang bisa ditimbulkan dari perluasan kawasan industri ini. Dan, ia meminta untuk bisa dikelola dengan benar.
Pada kesempatan itu, Wapres mengapresiasi langkah yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam pembangunan fasilitas pengolahan sampah di kawasan industri.
“Dari pihak KLHK terus melakukan upaya-upaya untuk pembangunan tempat-tempat pengolahan sampah,” ujarnya.
Wapres berharap pengolahan sampah dapat memberikan nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat.
“Kita harapkan sampah itu nanti menjadi rebutan, menjadi berkah. Sekarang ini sampah itu orang menjadi dibuang-buang tetapi nanti mungkin diperebutkan karena ada nilainya pada suatu saat,” ucap Wapres.
Saat melakukan peninjauan, Direktur Operasional PT Prada Tanara Pratama Aditya Vilyanto menjelaskan kepada Wapres tentang rencana pengembangan fasilitas pengolahan limbah, termasuk pemasangan mesin-mesin yang akan selesai pada Agustus mendatang.
Aditya menyampaikan mesin-mesin itu dirancang untuk mengelola berbagai jenis limbah, baik yang solid maupun liquid dengan teknologi terkini yang telah mendapat izin dari pihak terkait.
Kapasitas pengolahan limbah saat ini mencapai 300 kilogram (kg) per jam per mesin, dengan total kapasitas mencapai hampir 200 ton per bulan ketika seluruh mesin beroperasi penuh.
“Rata-rata dengan 4 mesin itu bisa sekitar 18 atau 19 ton per jam. Kalau kerja full-time kira-kira hampir sekitar 200-an ton per bulan,” katanya.
Selain itu, jelasnya, fasilitas itu menggunakan teknologi incinerator yang ramah lingkungan, sesuai dengan rekomendasi dari KLHK. Proses tersebut memastikan bahwa limbah diolah secara aman dan residu yang dihasilkan dapat dikelola lebih lanjut atau dimanfaatkan kembali. []
Penulis: Ahmadi Supriyanto