Respons DLH Jabar Atasi Cemaran Air Lindi TPPAS Sarimukti

oleh Ahmadi

Share via
  • DLH Jabar menambah alat-alat berat untuk menanganan sampah di TPPAS Sarimukti yang selama ini selalu jadi kendala.

envira.id, Jakarta— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat melakukan beberapa upaya mencegah masukknya air lindi dari Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Sarimukti yang masih mencemari sejumlah sungai, seperti Sungai Ciganas dan Cipanauan.

“Kita bikin sodetan baru untuk mengalihkan alur Sungai Ciganas dan Cipanauan dengan jarak antara alur baru dengan timbunan sampah mencapai 10 meter,” kata Kepala DLH Jabar Prima Mayaningtyas, Rabu (2/8)

Pengalihan alur sungai ini, tegas Prima, agar tidak bercampur dengan air lindi dari timbunan sampah dari TPPAS Sarimukti.

Beberapa waktu lalu, hasil temuan Masyarakat Peduli TPA Sarimukti menyebut pencemaran limbah air lindi yang berasal dari TPPAS Sarimukti makin mencemaskan. Dalam uji cobanya membuktikan, cemaran air lindi membuat beberapa ikan mati.

Dalam survei itu ditemukan, outlet instalasi pengolahan air limbah (IPAL) masih memproduksi limbah air lindi berwarna coklat dan berbusa. Limbah itu masuk ke sungai Ciganas dan Cipanawan yang bermuara ke Cimeta lalu Citarum.

Disebutkan juga, limbah B3 air lindi yang masuk ke Sungai Cirata mencapai 500 meter kubik per hari. Hitungannya, debit air yang keluar dari outlet IPAL TPA Sarimukti rata-rata 6 liter per detik.

Jumlah tersebut hasil hitungan di musim kemarau, sedangkan saat musim hujan angkanya diperkirakan bisa lebih besar lagi, yakni bisa mencapai 2.000 kubik per hari.

Menanggapi hal ini, Prima mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan terhadap air lindi yang berpotensi masuk ke sungai Ciganas. Bahkan ia mengklaim, Sungai Ciganas telah berhasil ditangani, setidaknya dapat dilihat dari kondisi air sungai yang telah terlihat bersih karena  sudah terpisah dari air lindi.

Adapun untuk Sungai Cipanauan, tambah dia, DLH telah melakukan Pemetaan terhadap titik-titik yang berpotensi mengalirkan air lindi. DItargetkan pada minggu ini penanganan Sungai Cipanauan dapat segera dimulai, meski dengan alat yang masih terbatas.

Yang jelas, sambung dia, sebagian jalur yang masih berdekatan dengan Sarimukti terus dibersihkan secara berkala menggunakan eskavator.

Ia juga menegaskan, pihaknya selalu melakukan pengawasan berkala terhadap potensi terjadinya pencemaran di TPPAS Sarimukti. Di antaranya menguji kualitas air permukaan sungai setiap tiga bulan sekali. Sedangkan untuk pengujian IPAL dilakukan sebulan sekali.

Untuk memperlancar operasional pembersihan dan pemeliharaan, DHL telah menganggarkan pengadaan alat berat yang selama ini selalu menjadi kendala penanganan sampah di TPPAS Sarimukti. Anggaran yang telah disiapkan itu di antaranya untuk membeli 4 eskavator dan 4 bulldozer.

“Dengan adanya penambahan alat berat ini, bisa maksimal antara pelayanan dan penataan,” tutupnya. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

 

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Send this to a friend