envira.id, Jakarta—Pemerintah Kongo kagum dengan langkah-langkah yang dilakukan Indonesia dalam upaya mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Indonesia diakui terus bekerja nyata mengatasi perubahan iklim.
Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Pembangunan Berkelanjutan Republik Kongo, Arlette Soudan-Nonault, dalam kunjungan kerjanya di Indonesia. Selama di Indonesia, Arlette melakukan sejumlah pertemuan salah satunya dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Senin, 27 Maret 2028.
Saat bertemu dengan Menteri Siti, Arlette diajak melihat Pusat Persemaian Modern (Nursery Center) Rumpin, Bogor. Di tempat inilah, jutaan bibit-bibit pohon dengan skala besar dihasilkan untuk program rehabilitasi lahan kritis dan penghijauan daerah aliran sungai.
“Pusat persemaian seperti Rumpin juga dibuat di berbagai Provinsi lainnya, dan menjadi salah satu bentuk komitmen dan aksi konkret Indonesia dalam menangani perubahan iklim,” ujar Menteri Siti.
Selain ke Rumpin, Menteri Arlette juga melakukan observasi penanganan sampah TOSS di Klungkung dan Persemaian Mangrove, Bali. Arlette mengaku baru pertama kali mengetahui tentang pembibitan mangrove. Ia mengaku kagum dengan cara yang dilakukan Indonesia.
“Selama tujuh tahun menjadi Menteri dan keliling dunia, tidak ada pekerjaan sebaik seperti di Tahura Ngurah Rai dan di Rumpin,” kata Menteri Arlette.
Selain sebagai Menteri LH Republik Kongo, Menteri Arlette juga aktif berinteraksi dengan berbagai negara, terutama lembaga-lembaga PBB multilateral. Maklum, Arlette saat ini menjabat sebagai koordinator untuk 15 negara Afrika di Congo Basin atau lembah Kongo, meliputi negara yang memiliki lahan gambut terluas kedua di dunia.
Bersama Pemerintah Republik Kongo dan Pemerintah Republik Demokratik Kongo, Indonesia menjadi rumah Pusat Gambut Tropis Internasional atau International Tropical Peatland Centre (ITPC). Terdapat lebih dari 1.500 pakar mulai dari peneliti, ilmuwan, hingga pembuat kebijakan, terdaftar di direktori ITPC ini.
Melalui ITPC Indonesia telah berbagi pengalaman, pelajaran dan praktik dalam mengelola lahan gambut tropis untuk pembangunan dengan tetap menjaga kelestarian. Indonesia juga memimpin south-south cooperation (kerjasama selatan-selatan) menangani gambut Congo Basin. []
Penulis: Ahmadi Supriyanto