Kurangi Beban Bantargebang, APK Didaur Ulang Jadi Barang Bermanfaat

oleh Ahmadi

Share via
  • Limbah APK menjadi tanggung jawab bersama, baik Pemprof DKI, maupun pemangku jabatan terkait untuk menuntaskan masalah sampah di Jakarta

envira.id, JakartaJumlah sampah yang berasal dari alat peraga kampanye (APK) yang dikiirim TPST Bantargebang meningkat, dan membeban terhadap pembuangan akhir yang telah menerima 7.500 ton per hari.

Melihat kenyataan ini, Kelompok perekayasa barang Gudskul Rekayasa dan Dicoba-coba (GudRnD) coba memberikan solusi untuk mengubah APK agar memiliki nilai lebih.

Delapan orang dari GudRnD melakukan “rekayasa” sampah APK kampanye menjadi tidak terbuang sia-sia. Bermarkas di Kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatanmereka, misalnya, menjadikan spanduk menjadi multiplex banner yang bisa dibuat menjadi berbagai furnitur interior seperti kursi, meja, ubin, hingga papan permainan bernilai puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Salah satu pegiat pengelolaan sampah, Muhammad Aldino (28) menginginkan spanduk dan sejenisnya memiliki nilai jual dan unsur seni sehingga bisa lebih diperhatikan manfaatnya oleh masyarakat, bukan menjadi sampah yang tak bermakna.

Untuk mewujudkan rencana ini, para relawan lingkungan ini bersedia menggunakna dana sendiri. Berbekal mesin cacah dan dua mesin press, mereka mendaur ulang limbah APK tersebut.

Salah satu momen penting bagi Aldino, yakni saat turut mengamankan sejumlah APK pada hari pertama masa tenang Pemilu 2024 yang dimulai pada 11 Februari 2024.

Pada masa tenang pemilu tersebut, GudRnD bersama warga sekitar berhasil mengangkat 500 kilogram baliho dan APK lainnya sepanjang jalan (sejauh) 1 kilometer pada dini hari,” seperti dikutip dari antaranews.com, pada Kamis (15/2).

Lebih lanjut, dia juga mengatakna, pihaknya menerima APK dari Kelurahan Cipedak dengan berat sekitar tiga ton dan daerah Pancoran Mas sekitar 2,5 ton yang siap untuk didaur ulang.

Mengenai proses pemilahan sampah APK, ia menyebutkan, dimulai dari pemisahan jenis APK seperti spanduk, baliho, kawat, dan paku yang masih terpasang usai ditertibkan. Kemudian barang itu dibersihkan lalu dilakukan pemotongan atau pencacahan sesuai kebutuhan untuk melalui proses pres.

Untuk satu papan multiplex banner membutuhkan 1,3 kilogram atau 90 spanduk berukuran kecil dengan proses pembuatan 3 jam per harinya. Setiap harinya pihaknya bisa menghasilkan 16 papan multiplex banner.

Lebih lanjut, dia berharap APK ini menjadi tanggung jawab bersama, misal, bisa merangkul Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun pemangku jabatan terkait untuk menuntaskan masalah di lingkungan terutama sampah yang bisa menjadi menggunung di Ibu Kota. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Send this to a friend