Kreatif, TPS di Yogya Tampilkan Sampah Daur Ulang

oleh Ahmadi

Share via
  • Selepas menggunakan hak suara, masing-masing warga di wilayah itu diharapkan makin peduli dengan sampah.

envira.id, Jakarta—Pemilihan Umum dapat dijadikan ajang untuk mensosialisasikan pengelolaan sampah, seperti yan dilakukan warga Yogyakarta.

Mereka menyulap TPS jadi sarana edukasi pengelolaan sampah. Terlihat suasana TPS 14 di Kelurahan Ngampilan, Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta pada Rabu (14/2).

Beragam produk hasil daur ulang sampah tampak menghiasi berbagai sudut TPS 14 mulai dari lampion dari botol plastik hingga meja dari tutup drum bekas sebagai alas kotak suara.

Koordinator Tim Pendukung TPS 14 Dimas Arifin Hamzah di Yogyakarta, seperti dikutip dari antaranews, menuturkan, konsep tersebut sengaja dimunculkan karena sampah tengah menjadi isu strategis di Kota Yogyakarta.

Doa berharap, konsep seperti ini dapat memberikan pesan moral kepada masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya sadar tentang pentingnya membantu menyelesaikan masalah sampag.

“14 ide ini datang dari inisiatif warga setempat, khususnya para pemuda yang peduli dengan persoalan sampah,” tandasnya.

Warga di Kelurahan Ngampilan, kata dia, secara mandiri bergotong royong sejak Minggu (11/2) mendukung pesta demokrasi dengan turut menghias TPS 14 dengan berbagai properti dari hasil pengolahan limbah.

“Secara prinsip kalau teman-teman KPPS kita lebih mengarahkan agar konsentrasi ke teknis pemilunya. Sedangkan kita warga dengan teman-teman pemuda membantu melengkapi perlengkapan pendukungnya,” kata dia.

Sementara itu, untuk menyelaraskan konsep pengelolaan sampah, anggota KPPS yang bertugas di TPS 14 kompak tidak mengenakan baju resmi, melainkan hanya memakai kaus lengan pendek dengan handuk di leher.

Di depan TPS terparkir sebuah gerobag sampah yang memuat seikat kayu kering yang masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Sebagai latar belakang bilik suara, terdapat kain putih berukuran besar bertuliskan “Sampah Agawe Masalah” serta “Wilayahe Resik Rejekine Asik – Pilih Sing Becik Negarane Apik”.

“Slogan yang coba kita coba selaraskan antara permasalahan sampah dengan pemilu,” kata dia.

Dimas berharap selepas menggunakan hak suara, masing-masing warga di wilayah itu semakin peduli dengan sampah.

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?