Warga Tambun Budidaya Maggot, Hasilnya Menjanjikan

oleh Ahmadi

Share via
  • Harga maggot yang tinggi bisa dijadikan tambahan pemasukan bagi ekonomi warga. Peluangnya juga masih sangat terbuka.

envira.id, Jakarta—Budidaya maggot sejauh ini sudah terbukti mampu mengurangi jumlah timbulan sampah sekaligus dapat meningkatkan ekonomi warga. Pasalnya, nilai jual maggot saat ini cukup tinggi, antara Rp6.000 maggot basah dan Rp8.000 maggot kering per kilogram.

Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh warga RW 14, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Di wilayah ini sekarang ada tiga pembudidaya maggot atau larva jenis lalat Black Soldier Fly (BSF).

Menurut salah satu pembudidaya, Sarwo, mengatakan peluang di bisnis ini cukup besar, hanya saja belum banyak yang melirik. Alasannya, karena pengelolaannya pasti melibatkan sampah yang bau, kotor, dan membawa penyakit.

“Padahal tidak, lalat BSF ini beda dengan jenis lalat biasa karena larva yang dihasilkan bukan larva yang menjadi medium penularan penyakit,” katanya.

Yang jelas, sambung Anggota Forum Bank Sampah Kecamatan Tambun Selatan ini, selain memberikan nilai ekonomi, budidaya maggot secara langsung juga dapat membantu upaya solusi mengurangi sampah organik. Sampah organik menjadi salah satu makanan utama maggot sebelum akhirnya siap panen.

Karena itulah, kata dia, dibutuhkan kerja sama antara warga dengan pembudidaya mengingat sumber sampah organik, terutama sayur dan buah, berasal dari sampah rumah tangga.

“Kita juga kerja sama dengan perusahaan-perusahaan katering untuk memenuhi kebutuhan pakan maggot,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini banyak pengepul maggot yang menanyakan stok karena tingginya permintaan. Namun, karena lahan untuk budidaya lava BSF ini terbatas, maka hanya dapat melayani permintaan dalam skala kecil.

Disebutkan, dalam satu kali panen, ia mendapatkan 60 kilogram. Jumlah ini hanya cukup untuk memberi pakan ternak warga. Namun, jika ada produksi yang berlebih akan dikeringkan untuk sebar di berbagai toko sebagai pakan unggas dan dikan di sekitar, dengan sistem titip-jual.

Apa yang dilakukan Sarwo mendapat apresiasi dari Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan. Bahkan ia siap mendorong peningkatan produksi maggot di wilayah ini sepanjang ada lahan.

Tetapi, yang jelas, sambung dia, pihaknya siap memberikan bantuan pelatihan, pembuatan rumah maggot, dan penyediaan bibit lava BSF.

“Ini yang terus kita dorong, terus kita sosialisasikan agar budidaya ini semakin berkembang, semakin luas hingga ke seluruh kecamatan, desa, hingga ke tingkat RT dan RW di wilayah Kabupaten Bekasi,” terang dia.

Dani menekankan kembali, budidaya maggot selain mampu  mengurangi sampah organik, dapat juga meningkatkan pendapatan warga. Namun, syaratnya adalah dikelola dengan benar dan serius.

“Budidaya larva BSF sangat dianjurkan dalam rangka mengurangi timbunan sampah di TPA Burangkeng yang sudah kelebihan kapasitas, dan membantu pemasukan bagi warga,” tandasnya.

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?