Sampah Ramadan Melonjak 20 Persen, KLHK Ajak Masyarakat Adopsi Gaya Hidup Ramah Lingkungan

oleh Ahmadi

Share via
  • Masjid dapat dijadikan pusat pemberdayaan umat yang sangat bermanfaat bagi ekonomi dan peningkatan kemampuan sosial masjid.

envira.id, Jakarta—Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak masyarakat Indonesia untuk mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan di sepanjang bulan Ramadan. Lewat tema “Ramadan Minim Sampah”, KLHK berharap umat Muslim memberikan keteladan dengan perubahan kecil terkait sampah.

Sayangnya, selama Ramadan, di saat umat Muslim dituntut untuk menahan diri dan menahan nafsu, jumlah timbulan sampah selama puasa justru meningkat sebanyak 20 persen yang berasal jumlah sisa makanan dan sampah kemasan.

“Saat kondisi normal, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya per hari mencapai sekitar 1.500-1.600 ton. Jumlah sampah tersebut meningkat 100-200 ton per hari di bulan Ramadhan,” kata Direktur Pengurangan Sampah KLHK, Sinta Saptarina pada Diskusi Pojok Iklim, Rabu, 5 April 2023.

Contoh lainnya, laporan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan yang mencatat kenaikan timbulan sampah sebesar 5-10% dibandingkan hari biasa, yakni sekitar 970 ton per hari.

Berdasarkan data KLHK, kata Sinta, sampah organik berupa sisa makanan mendominasi komposisi sampah tertinggi di Indonesia mencapai 41,2%, diikuti oleh sampah plastik 18,2%. Sementara berdasarkan sumber, sampah rumah tangga menyumbang jumlah sampah nasional terbesar mencapai 39.2%.

 “Apabila sampah tidak dapat terkelola dengan baik, dapat berdampak buruk bagi kesehatan, memiliki potensi pencemaran lingkungan, hingga peningkatan emisi karbon dari sektor sampah,” jelasnya.

Untuk itu, Sinta mengajak masyarakat untuk melakukan hal sederhana yang dapat dilakukan selama Ramadan. Di antaranya, membawa wadah makanan dan tas belanja sendiri saat membeli takjil. Kemudian mengkonsumsi makanan secukupnya, dan memilah sampah dari rumah guna mendorong ekonomi sirkular.

Dalam diskusi yang sama, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hayu Prabowo, mengatakan pendekatan gaya hidup reuse dan recycle sebagai bagian dari ekonomi sirkular mampu mencegah hal yang mubazir dan berlebih-lebihan.

Guna mendukung hidup ramah lingkungan, MUI telah menerbitkan berbagai buku khotbah yang dapat dijadikan media dakwah di dalam panduan mengelola lingkungan hidup menurut Islam.

Selain itu, lanjut Hayu, MUI juga mendorong Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Berbasis Masjid di mana masjid difungsikan sebagai pusat pembelajaran dalam pengelolaan sampah berbasis umat.

Lewat pemberdayaan masjid, tegas Hayu, nanti dapat disalurkan menjadi santunan, dukungan pendidikan, asuransi, pembangunan masjid dan berbagai kegiatan ibadah lainnya yang bermanfaat. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Send this to a friend