Pilah Sampah dari Hulu Urgen Dilakukan

oleh Ahmadi

Share via
  • Jika upaya masif yang melibatkan masyarakat maka timbulan sampah bisa semakin mengkhawatirkan.

envira.id, Jakarta—Pengurangan sampah dari sumber saat ini mendesak dilakukan. Hal ini dikarenakan lahan untuk pengadaan maupun perluasan tempat pembuangan akhir (TPA) sangat terbatas.

“Terutama untuk wilayah Jakarta yang dihadapkan pada masalah ketersediaan lahan TPA yang semakin sempit dan kemampuan penampungan yang semakin berkurang,” kata Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Elfira Rosa awal pekan ini.

Pengurangan sampah dari sumber yang dimaksud Elfira ada pada tingkat rumah tangga, komunitas. Sedangkan untuk pelaku usaha didorong untuk mengelola sampahnya.

Beban TPA yang kelebihan beban dapat dilihat di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Di tempat ini timbunan sampah yang berasal bersumber dari wilayah DKI Jakarta sudah mencapai ketinggian 50 meter.

Jika tidak dilakukan antisipasi dan gerakan masif yang melibatkan masyarakat dan produsen maka timbulan sampah di Jakarta bisa semakin mengkhawatirkan.

Apalagi, jumlah penduduk Jakarta dalam 10 tahun terakhir mengalami peningkatan rata-rata 88 ribu jiwa. Peningkatan ini diiringi dengan jumlah timbulan sampah.

Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada 2023, jumlah timbulan sampah DKI Jakarta, mencapai 3,14 juta ton.

Disebutkan juga, terdapat 19,4 juta ton timbulan sampah secara nasional. Sebanyak 50,76 persen berhasil ditangani dan 65,92 persen terkelola, tapi masih terdapat 34,08 persen sampah yang tidak terkelola.

Karena itulah, sambung dia, pengelolaan sampah dari sumbernya seperti dari rumah tangga perlu semakin didorong, dimulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik.

BRIN dalam penelitiannya menemukan pemilihan sampah yang dilakukan rumah tangga ditentukan sejauh mana individu itu peduli terhadap lingkungan.

“Jadi tergantung pada rasa kepedulian yang dimiliki setiap orang,” tukasnya. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

KLHK, PILAH SAMPAH, SAMPAH PLASTIK

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Send this to a friend