Pengamat Lingkungan Dharma Putra : Penanganan Sampah di Bali Pertaruhkan Nama Indonesia

oleh Envira ID

Share via

Envira.id, Denpasar – Bali harus bisa menuntaskan masalah sampah sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 digelar di Nusa Dua, November 2022. Jangan sampai nama baik Indonesia tercemar karena kegagalan penanganan sampah di Bali.

Pemerhati Lingkungan, Ketut Gede Dhrama Putra, menegaskan hal itu dalam talk show “Wacana Publik” yang disiarkan TVRI Bali, Jumat petang, 2 September 2022.

Dharma Putra memperingatkan, akan muncul persoalan serius jika penanganan sampah di Bali belum tuntas saat pelaksanaan KTT G-20 nanti.

“Bayangkan kalau sampai dunia internasional melihat di Denpasar, ibu kota pulau terindah di dunia ini, ternyata sampahnya berceceran, tidak dikelola dengan bagus,” ujarnya.

Agar hal itu tak terjadi, tambah Dharma Putra, harus ada kemauan kuat dari pimpinan, utamanya pimpinan daerah , dalam menuntaskan penanganan sampah. Karena persoalan sampah menjadi tanggung jawab pemerintah kota atau kabupaten.

“Harus ada komitmen politik yang besar dari pimpinan daerah. Karena secara undang -undang pengelolaan sampah ini ada di wilayah kota dan kabupaten. Jadi para walikota dan bupati ini adalah jenderal yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah,” katanya.

Suasana Para Pemulung di TPA Suwung, Juli 2022 (Foto : Dede Envira)

Namun Dharma Putra mengakui banyak kendala dalam penanganan sampah mulai dari minimnya anggaran, sumber daya manusia, sampai rendahnya kesadaran masyarakat.

Saat ini, menurut dia, dana untuk penanganan lingkungan hidup, termasuk masalah sampah, hanya kurang dari satu persen dari anggaran yang ada. Padahal idealnya tiga atau empat persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

Karenanya Dharma Putra meminta agar Pemerintah Derah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meningkatkan anggaran untuk penanganan sampah.

“Pimpinan daerah harus diberi alokasi anggaran yang memadai untuk menyelesaikan persolaan sampah ini. Perlu komitmen politik dari lembaga yang menyiapkan anggaran, legislatif kita. Kan sektor penganggaran ada di wilayah DPRD kabupaten dan kota,” katanya.

Dharma Putra berharap penanganan sampah di Bali, utamanya Denpasar, segera beres karena Pemprov Bali berencana menutup TPA Sarbagita Suwung.

“Kita patut bersyukur karena komitmen Pemerintah Pusat demikian baiknya. Langsung terjun (ikut menangani). Presiden bahkan menaruh perhatian besar pada persoalan penanganan sampah (di Bali). Kita mempertaruhkkan nama Indonesia ke seluruh dunia, karena ada perhelatan KTT G-20,” katanya. (Wan)

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Send this to a friend