Langgar Baku Mutu, Pemprov DKI Jatuhkan Sanksi Perusahaan Kelapa Sawit

oleh Ahmadi

Share via
  • DLH DKI saat ini semakin gencar melakukan pemantauan terhadap perusahaan-perusahaan yang berpotensi mencemari udara Jakarta.

envira.id, Jakarta—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta makin tegas menghadapi para pencemar udara. Langkah yang dilakukan baru-baru ini adalah memberikan sanksi administratif kepada perusahaan pengolahan kelapa sawit PT AAJ yang berlokasi di Jakarta Utara.

Pemberian sanksi yang dilakukan Satuan Tugas Pengendalian Pencemaran Udara Pemprov DKI Jakarta  itu, karena PT AAJ tidak taat dalam memenuhi baku mutu sumber tidak bergerak pada cerobongnya.

Pemberian sanksi tersebut didasari Surat Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0126/2023 tentang Penerapan Sanksi Administratif Paksaan Pemerintah.

Surat itu juga memerintahkan PT AAJ harus memperbaiki cerobongnya agar memenuhi baku mutu sumber tidak bergerak.

“PT AAJ dalam kegiatannya telah melakukan pelanggaran tidak memenuhi baku mutu untuk parameter opasitas (tingkat ketebalan asap-red) pada pengujian kualitas emisi sumber tidak bergerak (cerobong boiler-red) berbahan bakar batu bara,” ungkap Asep dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/9).

Ia juga menyebut, DLH Provinsi DKI Jakarta telah menerima laporan selama Juli hingga Agustus, perusahaan itu telah melakukan pengujian emisi cerobong boiler secara mandiri oleh pihak swasta dan hasilnya memenuhi baku mutu untuk seluruh parameter.

Namun, DLH Provinsi DKI Jakarta tetap melakukan pengukuran kembali untuk memastikan kesesuaian standar baku mutu.

“Kita periksa kembali hasil pengujian yang dilakukan perusahaan itu dengan legal sampling. Kalau masih tidak sesuai standar baku mutu, kita akan naikkan sanksinya,” ujarnya.

Yang jelas, kata Asep, jajaran di Bidang PPH dan PPLH DLH Provinsi DKI Jakarta sedang diterjunkan ke lapangan untuk mengecek hasil pengukuran emisi sumber tidak bergerak pada cerobong boiler milik PT AAJ sejak tanggal 19 hingga 25 September 2023. Selain itu, juga memantau perusahaan-perusahaan lainnya yang berpotensi mencemari udara Jakarta.

“Kalau ada yang tidak memenuhi baku mutu, langsung ditindak tegas,” tutur Asep. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

 

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Send this to a friend