Kotawaringin Barat Hadapi “Banjir” Sampah Selama Ramadan

oleh Ahmadi

Share via
  • Antisipasi sudah dilakukan satu bulan sebelum Ramadan, tetapi masih belum tertangani semua. Terkendala armada pengangkutan sampah.

envira.id, Jakarta—Ramadan yang sudah berlangsung selama 14 hari menyisakan timbulan sampah yang meningkat, seperti yang terjadi di Kotawaringan Barat (Kobar). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mencatat ada peningkatan volume sampah dibandingkan hari biasanya.

Data DLH Kobar menyebut, per Selasa, 4 Maret 2023, perkiraan peningkatan volume sampah selama Ramadan ini, antara 20—40 persen dari hari biasanya. “Tumpukan sampah meningkat dibandingkan hari biasanya sekitar 20 – 40 persen per hari, atau meningkat sekitar 14 – 28 ton sampah per hari,” kata Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Nurliani.

Peningkatan volume sampah ini sudah dapat diperkirakan DLH Kobar. Seperti juga yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, selama Ramadan ada peningkatan aktivitas UMKM dan pedagang yang memenuhi lonjakan permintaan masyarakat untuk kebutuhan berbuka dan persiapan Idulfitri.

Karena itulah, kata Nurliani, pihaknya sudah mempersiapkan kemungkinan lonjakan timbulan sampah ini satu bulan sebelum Ramadan datang. Salah satu yang dibenahi adalah sistem kerja yang diubah, terutama memasuki 1 April. Rute pengangkutan sampah dibuat baru dengan mempertimbangkan beberapa aspek.

“Terutama jarak dan waktu, sehingga jalan—jalan yang dilalui harus terintegarasi agar memudahkan dalam pengangkutan, dan kami upayakan semua jalan nanti akan terlewati,” ujarnya.

Ia mengakui, ada kendala yang dihadapi terkait pengangkutan sampah ini, yakni jumlah angkutan yang tersedia tidak sebanding dengan peningkatan volume sampah. Tapi, menurut Nurliani, pihaknya menyiasati dengan pengaturan jam kerja.

Pengaturan yang dimaksudnya adalah operasional shift pagi mulai pukul 05.00 WIB untuk prioritas jalan—jalan protokol. Sedangkan siang hingga sore dilakukan untuk jalan lainnya. Karenanya, Nurliani mengaku ada kemungkinan sampah yang belum bisa terangkut di pagi hari karena prioritasnya digunakan untuk jalan protokol.

“Kalau ada yang belum terangkut berarti jadwal pengangkutannya bisa jadi siang atau sore,” katanya.

Perubahan jam pengangkutan sampah ini, kata Nurliani untuk mempersiapkan lokasi-lokasi tempat salat Idulfitri dapat terjaga kebersihannya. Pada kesempatan tersebut ia juga meminta masyarakat untuk dapat membuang sampah di tempat yang telah disediakan dan bijak dalam menggunakan sampah plastik dan wadah sekali pakai.

“Semoga kami bisa menciptakan Kota Pangkalan Bun yang bersih dan indah,” katanya.

Sebagai gambaran, di tahun 2020 jumlah timbulan sampah di wilayah Kobar sebanyak 40 ribu ton lebih. Sedangkan penanganan sampah tercatat sebesar 38 persen dan pengurangan sebesar 13% lebih. Di Ibukota Kapubaten, Pangkalan Bun, jumlah timbulan sampah sebesar 19.173 ton, dengan penanganan sampah sebanyak 74 persen dan pengurangan sampah 10 persen. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

 

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Send this to a friend