Kelola Sampah Berbasis Masyarakat, TPS 3R Sekar Tanjung Dinilai Berhasil

oleh Eni Saeni

Share via
  • Saat ini, TPS3R yang mempekerjakan 23 pekerja iniini mampu menangani sampah dari 1.200 rumah tangga. Setiap rumah membayar “iuran” Rp50 ribu per bulan.

Envira.id, DenpasarDirektur Sanitasi Ditjen Ciptakarya Kementerian PUPR, Tanozisochi Lase, mengapresiasi keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) Sekar Tanjung, di Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan,  Bali, yang berhasil mengelola sampah berbasis masyarakat.

Dia mengatakan, jika banyak TPS yang dikelola seperti TPS 3R Sekar Tanjung, maka sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) Suwung bakal banyak berkurang.

“Model pengelolaan sampah di TPS seperti ini harus didukung agar tidak terjadi over kapasitas di TPA Suwung,” kata Lase sapaan Tanozisochi Lase, saat berkunjung ke TPS 3R Sekar Tanjung, Rabu, 2 November 2022.

Hari ini TPS 3R Sekar Tanjung mendapat kunjungan dari Kementerian PUPR, Kemenko Maritim dan Investasi, Delterra, Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO), World Wide Fund (WWF) Indonesia, dan Minderoo Foundation. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Road to  G20: Bearing Pollution from Source to Sea.

TPS 3R Sekar Tanjung mendapat kunjungan dari jajaran Kemenko marves, Kemen PUPR, Dinas Lingkungan Hidup Denpasar, IPRO, dan mitra kerja lainnya, 2 November 2022.

Kepala Desa Sanur Kauh, I Made Ada, menuturkan masyarakat dilibatkan dalam penanganan sampah di wilayahnya.

“Bentuk tanggung jawab masyarakat adalah memilah sampah dari sumber. TPS 3R menyediakan wadah untuk memilah sampah organik, daur ulang, dan residu. Penjemputan sampah oleh petugas juga terjadwal. Hasilnya, pengelolaan sampah lebih optimal,” katanya.

Saat ini, TPS 3R Sekat Tanjung mempekerjakan 23 pekerja, mampu menangani sampah dari 1.200 rumah tangga. Setiap rumah membayar “iuran” Rp50 ribu per bulan.

“Sedikitnya lima sampai enam ton sampah masuk setiap hari. Sampah organik diolah menjadi pupuk dan sampah yang dapat di daur ulang dijual ke pendaur. Sedangkan 15% residu  dibuang ke TPA Suwung,” ujar Made Ada.

Ia bercerita, pada 2019 pengelolaan TPS 3R Tanjung Sari menjadi lebih baik ketika pihak desa bekerja sama dengan Delterra yang didukung mitra kerjanya antara lain PRAISE (Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment), dalam menangani sampah.

“Pada awal program sebanyak 400 rumah tangga diedukasi untuk memilah sampah dari sumber. Hasilnya, mereka secara aktif memilah sampah menggunakan tiga wadah yang disediakan, yakni wadah untuk sampah organik, anorganik dan sampah residu,” kata Made Ada.

Sekarang pengelola TPS 3R Sekar Tanjung menargetkan jumlah pelanggan hingga 2000 rumah tangga pada akhir tahun ini.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang sudah aktif dalam program pilah sampah dari sumber dan kepada para stakeholder, pemerintah pusat, pemerintah daerah, Delterra, IPRO, Alliance to End to Plastic Waste (AEPW),  WWF Indonesia, dan mitra lainnya atas dukungannya ” tambah Made.

Sementara itu, Regional Director Asia Delterra, Lalit Matai, menyatakan, beberapa program yang digulirkan dengan bermitra bersama antara lain,  IPRO, WWF Indonesia,  Minderoo Foundation, AEPW berhasil meningkatkan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

“Berbicara tentang pengelolaan sampah, polusi plastic, atau perubahan iklim adalah masalah yang terlalu besar untuk diabaikan dan terlalu rumit untuk diselesaikan sendiri. Sehingga model kerja kemitraan yang berdampak luas adalah prioritas,” kata Lalit.

Penulis: Eni Saeni

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?