Green Ramadan KLHK Ajak Generasi Muda Jaga Sungai

oleh Ahmadi

Share via
  • Membenai sungai buka hal yang instan, perlu ada edukasi, penyadaran dan harus berkelanjutan.

envira.id, Jakarta—Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak generasi muda  untuk mempraktikan penyelamatan dan perlindungan lingkungan hidup, termasuk menjaga kebersihan sungai dari timbunan sampah.

Demikian disampaikan Kepala Biro hubungan Masyarakat KLHK, U. Mamat Rahmat pada kesempatan diskusi Green Ramadan yang digelar KLHK selama dua hari di bulan Ramadan. Pada kesemaptan diskusi itu, KLHK mengundang para generasi muda yang tergabung dalam Green Leaders Indonesia dan Green Youth Movement untuk hadir langsung dalam diskusi Green Ramadan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Kerja Bank Sampah pada Direktorat Pengurangan Sampah, KLHK, Ana Suryana mengatakan, beberapa sungai-sungai di Indonesia masuk dalam kategori tercemar sedang.

Hal ini berdasarkan pengalaman pada bulan Januari yang melaksanakan aksi bersih sampah di salah satu sungai, namun tidak lama kemudian sungai tersebut tercemari oleh sampah kembali.

“Bukan hal yang instan kita untuk membenahi sungai, perlu ada edukasi, penyadaran dan itu harus berkelanjutan,” terang Ana.

Lebih lanjut dia mengatakan, kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah, limbah dan bahan beracun berbahaya telah tertuang dalam berbagai peraturan mulai dari Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, kemudian peraturan-peraturan turunannya, hingga kebijakan strategis nasional dan daerah terkait pengurangan dan penanganan sampah.

Menurut dia, peraturan yang ada sudah komplit dan komperehensif. Namun, tantangannya adalah bagaimana mengimplementasikannya.

Sementara itu, Aktivis lingkungan peduli sungai Ciliwung, Suparno Jumar dari River Defender, menceritakan,  anggota komunitas peduli sungai Ciliwung sejak tahun 2009 telah aktif melakukan kegiatan bersih sungai ciliwung di beberapa titik.

Pengalaman terlibat dari kegiatan bersih sungai Ciliwung diawali Suparno dari  aktivitas memancing di sungai yang  mata kailnya sering sekali menyangkut sampah di dalam air.  Sejak saat itulah dirinya bersama rekan-rekannya melakukan upaya pembersihan yang dapat dilakukan.

Sejak saat itu, kata Suparno, pihaknya melakukan upaya-upaya bersih sampah di sungai Ciliwung setiap akhir pekan ketika libur. Selain upaya terjun langsung ke sungai, Suparno juga melakukan upaya komunikasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat pemerintah daerah yaitu Walikota Bogor dan aparat keamanan TNI POLRI, serta pihak-pihak lainnya.

“Akhirnya pada tahun 2018, Walikota Bogor Bima Arya bersepakat atas masukan komunitas peduli Ciliwung dan beliau memberikan perhatian serius terhadap sungai Ciliwung,” ungkap Suparno.

Lalu, lanjut dia, sejak Oktober tahun 2018, setelah diterbitkannya SK menyatakan anggota komunitas sebagian anggota ada yang masuk dalam Satgas Naturalisasi Ciliwung.

Suparno mengatakan, jika ada generasi muda yang ingin menjadi relawan, ia mengarahkan agar  memantau informasi di media sosial, karena selalu dipublikasikan sebelum aksi dilakukan.

Dirinya juga menyatakan apabila ada peminat yang tidak dapat turut serta langsung ke dalam kegiatan komunitas, masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah timbulnya sampah ke sungai dengan mengelola dan memilah sampah rumah tangga.

“Komunitas peduli Ciliwung dari hulu ke hilir itu ada, mulai dari kawasan Puncak, Kota Bogor, Cilebut, Bojonggede, bahkan sampai di Jakarta itu ada. Ketika memang tidak bisa bergabung, teman-teman bisa melakukan upaya yang sama dari rumah masing-masing dengan memilah sampah,” terang Suparno.

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Send this to a friend