- Keterlibatan mahasiswa dalam Komunitas BISA menjadi penting karena mereka memiliki energi, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi yang baik dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Envira.id, Badung — Sejumlah mahasiswa Politeknik Pariwisata Bali bersiap terjun langsung ke masyarakat untuk menjadi mentor edukasi pengelolaan sampah. Dalam waktu dekat mereka akan diterjunkan untuk mengedukasi siswa sekolah dan warga di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, tentang pengelolaan sampah dari sumbernya.
Para mahasiswa tersebut telah mengikuti Training of Trainers (ToT) yang digelar Komunitas Bersih Itu Sederhana Aja (BISA) di Gedung Pascasarjana Politeknik Pariwisata Bali, Jumat, 6 Maret 2026.
Dalam pelatihan tersebut para peserta dibekali berbagai materi mengenai pengelolaan sampah, mulai dari peta persoalan sampah global hingga konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah.
Selain itu, mereka juga dilatih teknik komunikasi dan public speaking agar mampu menyampaikan materi edukasi kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Founder Komunitas BISA, Zul Martini Indrawati, mengatakan para peserta ToT akan berperan sebagai fasilitator yang menjembatani pengetahuan tentang pengelolaan sampah dengan masyarakat.
“Mereka akan turun langsung ke sekolah-sekolah dan juga ke masyarakat untuk mengedukasi bagaimana mengelola sampah secara mandiri, sejak dari sumbernya,” ujarnya.
Menurut Martini, keterlibatan mahasiswa menjadi penting karena mereka memiliki energi, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi yang baik dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, komunitas BISA berharap edukasi mengenai pengelolaan sampah dapat diterima dengan lebih mudah oleh masyarakat.
Salah seorang peserta ToT, Sutiyani Renya Da’u, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan tersebut karena memberikan pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah.
“Saya sangat senang bisa bergabung dalam komunitas ini,” katanya.
Mahasiswi asal Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur itu berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.
Melalui keterlibatan para mahasiswa sebagai mentor, Komunitas BISA berharap gerakan edukasi pengelolaan sampah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta mendorong perubahan perilaku dalam mengelola sampah di Bali.
“Kami percaya anak -anak muda, mahasiswa, bisa menjadi agen perubahan,” kata Martini.
Penulis: Eni Saeni
.