- Gerakan pemilahan sampah menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari rumah tangga, unit usaha, komunitas, lembaga pendidikan, pasar tradisional hingga fasilitas umum di seluruh desa dan kelurahan.
Envira.id, Badung — Pemerintah Kabupaten Badung mempercepat penerapan pemilahan sampah dari sumbernya dengan mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) ke desa-desa. Langkah ini dilakukan melalui aksi percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) yang mulai dijalankan pada Minggu , 8 Maret 2026.
Melalui kebijakan ini, pengelolaan sampah diwajibkan dilakukan sejak dari rumah tangga hingga unit usaha sebelum sampah masuk ke fasilitas pengolahan lanjutan.
Percepatan PSPB untuk kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup yang tidak memperbolehkan sampah organik dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, mulai 1 April 2026. Pemerintah Kabupaten Badung pun melakukan konsolidasi, sosialisasi, serta pengawasan agar pemilahan sampah benar-benar berjalan di seluruh wilayah.
Inti dari program ini, menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung, Made Rai Warastuthi, adalah pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya.
“Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber merupakan sistem pengelolaan yang dilakukan mulai dari tempat timbulan sampah melalui kegiatan pemilahan, pengolahan, dan pengurangan sampah sebelum diangkut ke fasilitas pengolahan lanjutan,” katanya.
Gerakan pemilahan sampah ini menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari rumah tangga, unit usaha, komunitas, lembaga pendidikan, pasar tradisional hingga fasilitas umum di seluruh desa dan kelurahan.
Pemkab Badung juga melakukan pendataan secara masif terhadap sarana pengolahan sampah mandiri milik warga, seperti teba modern, tong komposter, dan fasilitas pengolahan sejenis. Volume sampah dikelola secara mandiri oleh masyarakat kini dipantau melalui sistem digital.
“Seluruh data dihimpun melalui sistem Asper PSBS yang dapat diakses melalui laman PSBS Badungkab guna memastikan ketersediaan data yang akurat,” ujar Rai Wirastuthi.
Penulis: Eni Saeni