Envira.id, Denpasar — Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengajak satuan pendidikan di Kota Denpasar untuk aktif menerapkan pemilahan sampah dari sumber, khususnya di lingkungan sekolah. Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber bagi Satuan Pendidikan di Kota Denpasar yang digelar di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya, Jumat (6/3).
Kegiatan sosialisasi ini diikuti unsur Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali dan Kota Denpasar, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD, SMP, serta SMA negeri dan swasta se-Kota Denpasar, serta sejumlah instansi terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekretaris Daerah Kota Denpasar sekaligus Ketua PGRI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Eddy Mulya, unsur Forkopimda, serta perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Dalam arahannya, Wali Kota Jaya Negara menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan memperkuat komitmen satuan pendidikan dalam mendukung program pengelolaan sampah berbasis sumber yang selama ini dijalankan Pemerintah Kota Denpasar bersama berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dini kepada para siswa.
“Kami yakin satuan pendidikan dan para tenaga pendidik di Kota Denpasar telah lama menjalankan pengelolaan sampah berbasis sumber, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya.
Jaya Negara juga mengaitkan langkah tersebut dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat berkunjung ke Denpasar. Pemerintah Kota Denpasar diminta mempercepat langkah konkret pengelolaan sampah berbasis sumber, sekaligus sebagai upaya mengantisipasi kondisi di Tempat Pembuangan Akhir Suwung.
Ia menegaskan bahwa langkah prioritas saat ini adalah mengintensifkan pengelolaan sampah dari sumbernya, baik di lingkungan rumah tangga maupun sekolah. Pemkot Denpasar juga telah melakukan sosialisasi secara intensif kepada berbagai elemen masyarakat serta membagikan komposter untuk mendukung pengolahan sampah organik.
Peran satuan pendidikan dalam program ini juga diperkuat melalui Instruksi Wali Kota Denpasar Nomor 100.3.4.3/1/HK Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Instruksi tersebut mendorong pemilahan sampah di sumber, pengumpulan sampah anorganik bernilai ekonomis untuk ditabung di bank sampah, pengolahan sampah organik dengan berbagai metode, serta pengurangan penggunaan kemasan sekali pakai, terutama plastik.
Selain itu, sekolah didorong untuk melibatkan seluruh warga sekolah dalam program peduli lingkungan, menerapkan sistem pemilahan sampah, serta membangun kebiasaan siswa dalam mengelola sampah sejak dini.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga tempat membangun kebiasaan hidup berkelanjutan. Jika siswa sejak dini terbiasa memilah dan mengelola sampah, kita sedang mempersiapkan generasi yang peduli lingkungan dan masa depan Kota Denpasar,” kata Jaya Negara.
Ia berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut menjadi gerakan nyata di setiap satuan pendidikan di Kota Denpasar.
“Mulai sekarang kami mohon dukungan seluruh satuan pendidikan di Kota Denpasar. Jika gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber dilakukan secara serentak oleh seluruh lapisan masyarakat, maka penanganan sampah di Kota Denpasar akan dapat terwujud,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberi motivasi dan dukungan kepada seluruh satuan pendidikan agar menjadi percontohan sekaligus garda terdepan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar.
Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kota Denpasar dan mendapat dukungan penuh dari unsur PGRI serta MKKS SD, SMP, dan SMA negeri maupun swasta di Kota Denpasar.
Penulis: Eni Saeni