Banyak TPA di Jateng Masih Terapkan Pembuangan Terbuka

oleh Ahmadi

Share via
  • Ajakan kepada warga mengenai pentingnya mengelola sampah harus lebih digencarkan agar sampah-sampah yang dihasilkan bisa lebih bermanfaat.

envira.id, Jakarta—Salah satu persoalan sampah yang dihadapi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) saat ini adalah banyak TPA yang masih menerapkan pembuangan sampah secara terbuka.

“Karena itu, kesadaran pengelolaan sampah perlu ditingkatkan mulai dari tingkat perumahan, bank sampah, hingga kabupaten dan kota harus menyiapkan TPS 3R (reduce, reuse, recycle),” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng Widi Hartanto pada peringatan Hari Peduli Sampah 2024, awal pekan ini.

Pada kesempatan itu, Pemprov Jateng melaksanakan penilaian program Desa Mandiri Sampah di semua daerah di Jateng. Hasilnya, ada 48 desa yang diganjar penghargaan sebagai Desa Mandiri Sampah atas kemampuannya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah secara baik.

Saat menyerahkan penghargaan Desa Mandiri itu, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno mengatakan, target pemprov adalah  semua desa di Jateng menjadi Desa Mandiri Sampah. Hal ini karena di desa tidak ada TPA sehingga pengelolaan sampahnya harus dilakukan secara mandiri.

Untuk itu, sambung dia, sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepedulian dalam mengelola sampah harus lebih digencarkan agar sampah-sampah yang dihasilkan bisa lebih bermanfaat.

“Ini juga butuh perhatian banyak pihak sehingga pengelolaan sampah di tingkat desa lebih baik lagi,” katanya.

Yang jelas, kata dia, saat ini berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Jateng untuk menangani persoalan sampah. Salah satu program yang digulirkan adalah memanfaatkan sampah menjadi pembangkit tenaga listrik dan bahan bakar di industri semen.

Pengelolaan sampah menjadi pembangkit listrik dan bahan bakar industri semen itu dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Regional Magelang.

Di TPST Magelang ini, terangnya, sampah akan diolah menjadi bahan bakar yang akan digunakan untuk pabrik semen di Grobogan.

“Ini adalah salah satu upaya bahwa sampah yang dihasilkan, selain tidak mengganggu juga bisa bermanfaat,” tutupnya. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?