Pemkot Jakut Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

oleh Ahmadi

Share via
  • Salah satu cara terbaik mengelola dan menangani sampah plastik adalah menerapkan metode 3R.

envira.id, Jakarta—Pemrintah Kota Administratif Jakarta Utara saat ini gencar membangun kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah plastik dan memotivasi masyarakat untuk lebih aktif menggunakan drop box pilah sampah yang telah disediakan di tiap wilayah.

Gerakan yang dimotori Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara ini menggandeng Organisasi Non-Pemerintahan ‘Save The Children’. Aksi digelar pada Minggu (25/2) sebagai bagian dari kampanye Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024  di Halaman Kantor Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan diikuti 271 peserta.

Kepala Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edy Mulyanto mengatakan 271 peserta yang ikut kegiatan ini  terdiri dari perwakilan warga RW 02 dan 04 Kelurahan Sunter Agung, warga RW 02 dan 05 Kelurahan Sunter Jaya, FKDM, LMK, serta perwakilan pelajar sekolah se-Jakarta Utara.

Pada aksi bersama itu, dilakukan bersih-bersih dan pemilahan sampah plastik di empat RW, dilanjutkan sosialisasi pilah sampah secara door to door.

“Bahkan, kami menggelar booth edukasi pilah sampah di halaman kantor Kelurahan,” kata Edy.

Ia mengingatkan, sampah plastik muncul karena tingginya minat produsen dan masyarakat atas kemasan yang mudah diproduksi, dibawa dan digunakan.

Karenanya, salah satu cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah plastik adalah menerapkan metode 3R atau reduce (mengurangi), reuse (penggunaan ulang), dan recycle (daur ulang).

Bila warga sudah aktif untuk mengelola sampahnya secara mandiri dari rumah, Edy meyakini sampah yang akan dikirimkan ke TPA Bantargebang akan semakin berkurang.

Di tempat sama, Lurah Sunter Jaya, Eka Persilian Yeluma, mengatakan sangat mendukung kampanye HPSN di wilayahnya yang melibatkan generasi  millenial.

Ia yakini, saat ini informasi tentang pilah sampah dan aksi lainnya akan cepat tersampaikan ke masyarakat umum melalui media sosial yang banyak digeluti kamu gen-z.

Seperti diakui pelajar SMKN 18 Jakarta, Nikita Raiya Elsa (16), yang mengaku telah terbiasa melakukan aktivitas pilah sampah di sekolah dengan memasukan sampah plastik ke dalam drop box yang telah disediakan. sedangkan untuk sampah organik dimasukan ke dalam lubang biopori.

“Kegiatannya sangat seru dan bagus, selain aksi bersih-bersih di sini juga ada booth edukasi yang mengajarkan kita cara mengelola sampah yang baik dan bernilai jual,” ujarnya. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Send this to a friend