Aksi ASEAN Perangi Spesies Asing Penganggu Keanekaragaman Hayati

oleh Ahmadi

Share via
  • Jumlah Jenis Asing Invasif yang tersebar di wilayah regional ASEAN cukup signifikan dan sifatnya sangat membahayakan.

envira.id, Jakarta—Negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk melakukan aksi bersama dalam penanganan spesies asing invasif pada KTT ASEAN ke-43 di Jakarta. Kesepakatan ini diambil dalam situasi global yang cukup genting dalam menghadapi ancaman terbesar terhadap keanekaragaman hayati.

Jenis Asing Invasif adalah hewan, ikan, tumbuhan, mikroorganisme, dan organisme lain yang bukan merupakan bagian dari suatu ekosistem yang dapat menimbulkan kerusakan ekosistem, lingkungan, kerugian ekonomi, dan/atau berdampak negatif terhadap keanekaragaman hayati dan kesehatan manusia.

Menurut Menteri LHK Siti Nurbaya, inisiatif dokumen Rencana Aksi Penanganan Jenis Asing Invasif di ASEAN (RAP-JAI) itu telah disampaikan kepada Menteri Lingkungan Hidup ASEAN pada Sidang ASEAN Ministerial Meeting on Environment (AMME) ke-17 di Vientiane, Lao PDR Rabu, (23/8) lalu.

Pada kesempatan itu, para menteri lingkungan se-ASEAN sepakat untuk melakukan aksi bersama mengatasi permasalahan jenis asing invasif, yang juga menjadi salah satu target yang tertuang dalam Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF).

KMGBF merupakan keputusan internasional pada konvensi perserikatan bangsa bangsa tentang Keanekaragaman Hayati (UN-CBD) ke-15 yang diselenggarakan di Montreal, Kanada 7-19 Desember 2022 yang lalu.

Jenis Asing Invasif yang tersebar di wilayah regional ASEAN cukup signifikan. Paling tidak, sedikitnya 482 spesies invasif yang teridentifikasi. Hal ini memerlukan tindakan konkret pemangku kebijakan untuk penanggulangan, serta pencegahan dampak sebaran dan okupansi jenis asing invasif yang merugikan sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.

Jenis Asing Invasif yang tersebar di wilayah regional ASEAN cukup signifikan, yaitu sedikitnya 482 spesies invasif yang teridentifikasi. Hal ini memerlukan tindakan konkret pemangku kebijakan untuk penanggulangan, serta pencegahan dampak sebaran dan okupansi jenis asing invasif yang merugikan terhadap sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.

Rencana Aksi Penanganan Jenis Asing Invasif di ASEAN (RAP-JAI) memuat 8 elemen penting yang meliputi (1) Penguatan Kerangka Kebijakan dan Koordinasi; (2) Peningkatan Penyadartahuan dan Edukasi; (3) Peningkatan Kapasitas dan Sumber Daya; (4) Penilaian Resiko dan Prioritas; (5) Penguatan keamanan hayati antar batas negara dan antar pulau; (6) Peningkatan pengendalian dan pencegahan; (7) Peningkatan sistem pemantauan, evaluasi dan pelaporan; dan (8) Pendanaan berkelanjutan untuk penanganan jenis asing invasif.

Rencana Aksi Regional ini diharapkan menjadi referensi bersama, serta mampu berkontribusi dalam aksi nasional yang mendukung pencapaian target global dalam pengurangan penyebaran jenis asing invasif sebagaimana menjadi perhatian dalam berbagai konvensi internasional.

“Indonesia sebagai inisiator sekaligus memimpin penyusunan RAP-JAI, bersama dengan negara anggota ASEAN lainnya berkomitmen untuk menghimpun aksi nasional di masing-masing negara, dan saling mendukung dalam upaya penanganan jenis asing invasif melalui rencana aksi bersama,” jelas Menteri Siti. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

 

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Send this to a friend