- Potensi sampah yang terbuang ke laut dari sungai Kota Bekasi mencapai 775 ton, jauh lebih besar dari potensi yang ada dari sampah asal Jakarta. Karenanya, ini butuh penanganan serius.
envira, Jakarta— Pemerintah Kota Bekasi mendapat bantuan perahu SeeHamster, yang merupakan aset bersama milik Waste4change dan Project BRIC (Bekasi River Cleanup). Perahu ini nantinya akan digunakan oleh pasukan Katak Orange Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi sebagai upaya pencegahan sampah ke laut.
Keberadaan perahu yang penyerahannya dilakukan, Senin (6/2), itu memiliki fungsi mengumpulkan, memilah dan mendaur ulang sampah dari sungai di Kota Bekasi. Project BRIC (Bekasi River Cleanup) sebelumnya sudah ada. Proses pembersihan sampah menggunakan perahu SeeHamster tersebut mampu mengumpulkan 50—100 kg sampah setiap harinya.
Project BRIC yang mulai bergerak Februari 2021 itu didanai oleh One Earth—One Ocean dan Schwarz Group dari Jerman. Pengelolaan dilakukan bersama antara Pemkot Bekasi dan Waste4Change. Di bulan dan tahun itu pula Pemkot Bekasi bersama Waste4Change melepas perahu pembersih sungai asal Jerman tersebut. Pemilihan Kali Bekasi sebagai lokasi pertama pelepasan perahu SeeHamster sebagai upaya pelestarian lingkungan untuk peningkatan kualitas hidup warga.
Namun, baru pada November 2021, kapal pembersih sungai See Hamster resmi beroperasi untuk membersihkan Kali Bekasi dari keberadaan sampah. SeeHamster resmi dilepas di Kali Bekasi dari titik perumahan Delta Pekayon. Saat itu ada tiga unit kapal pembersih sampah See Hamster yang diterima Kota Bekasi dari hibah Green Cycle-Schwarz dan One Earth One Ocean.
Dari sebuah studi ada yang menyebut, setiap harinya ada 775 ton sampah di Kota Bekasi yang berpotensi terbuang ke laut. Potensi sampah asal Kota Bekasi yang terbuang ke laut ini bahkan lebih besar dua kali lipat dibandingkan potensi sampah asal Jakarta, yakni 365 ton per hari. []
Penulis: Ahmadi Supriyanto