Yogya Gandeng Swasta Manfaatkan RDF Hasil Pengolahan Sampah

Ilustrasi-Sampah siap diolah dalam mesin Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Bantargebang. Tiap harinya akan diolah 2.000 ton sampah yang akan menghasilkan 700 – 750 ton/hari, bahan bakar serupa batu bara. Foto: IG/Dinas LH DKI Jakarta.

  • Potensi sampah yang bisa diolah dari sampah Kota Yogyakarta mencapai 200 ton per hari.

envira.id, Jakarta—Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan upaya pengurangan sampah melalui pengelolaan sampah dengan melibatkan peran swasta. Salah satu yang dikerjasamakan adalah pemanfaatan refuse derived fuel RDF oleh industri.

“Tentu ini menjadi bagian dari semangat kita semua untuk sirkular ekonomi bisa kita dapatkan. Energi terbarukan dari pembakaran (pengolahan) sampah yang kita proses menjadi RDF,” kata Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo.

Penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Yogyakarta dan  menggandeng PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dalam pemanfaatan RDF berlangsung di Balai Kota Yogyakarta, Senin (25/3).

Singgih menyebut, potensi sampah yang bisa diolah dari sampah Kota Yogyakarta mencapai 200 ton per hari. Dari jumlah itu, diperkirakan bisa menghasilkan berkisar 40 sampai 50 persen atau sekitar 100 ton RDF.

Sedangkan opeasional pengolahan RDF bakal dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di Nitikan, Karangmiri, dan Kranon. Sebelumnya efektif beroperasi, Pemkot akan melakukan peninjauan demi memastikan pengolahan sampah yang dihasilkan sesuai produk RDF yang sesuai standar

Singgih memperkirakan, pengolahan sampah menjadi RDF  akan mulai dilakukan akhir April 2024. Perhitungannya, memastikan kesiapan pengolahan RDF di tiga lokasi itu sudah mencapai 50-60 persen.

Di tempat sama, Presiden Direktur PT SBI Lilik Unggul Raharjo, mengatakan, dalam beroperasi, perusahaannya selalu berpedoman pada pembangunan berkelanjutan. Yakni, menerapkan konsep sirkulasi ekonomi dengan memanfaatkan bahan bakar alternatif.

Hal ini, kata dia dapat dilihat dari kerja sama PT SBI dalam berbagai pihak yang menghasilkan RDF di berbagai daerah. Hingga saat ini pabrik PT SBI di Cilacap saat ini telah menerima sekitar 100 ton RDF dari kuota maksimal sekitar 250 ton RDF per hari, sehingga masih sisa kuota 150 ton RDF per hari.

Menurut Lilik, penggunaan RDF di PT SBI bisa menggantikan bahan bakar batu bara sekitar 14 persen.

Meski demikian, kata dia, bahan bakar alternatif RDF yang dapat dimanfaatkan di PT SBI memiliki kriteria khusus, antara lain harus memiliki kadar air maksimal 20 persen dan ukuran di bawah 5 cm.

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Author: Ahmadi

Related posts

Komunitas BISA Gelar Beach Clean-up, Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Kelan

Kolaborasi Dengan Toyamas, Desa Kutuh Luncurkan Air Minum Ramah Lingkunan

Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung