Waspadai Musim Kemarau Panjang, Magetan Bersiap Hadapi Karhutla

Ilustrasi—Peristiwa kebakaran hutan.Foto: freepik

  • Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan titik api agar bisa cepat ditindaklanjuti petugas.

envira.id, Jakarta—Sebagai bentuk antisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjelang masuknya musim kemarau, Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Magetan mensosialisasi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) pada semua lapisan masyarakat di sekitar hutan.

“Untuk menghadapi situasi musim kemarau panjang segenap stakeholder, masyarakat perlu waspada,” kata Margono, Komandan Regu Polhutmob KPH Magetan, Jumat (21/7).

Untuk itulah, lanjut dia, pihaknya mengimbau masyarakat untuk segera melapor Satuan Tugas Pemadam Kebakaran Perhutani bila menemukan titik api yang timbul.

Laporan ini, tegas dia, sangat penting agar segera dapat ditindaklanjuti ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magetan.

“Untuk sementara petugas Perhutani berupaya memadamkan api dengan cara membuat ilaran,“ terang Margono.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Ari Budi Santosa menambahkan, dampak buruk kebakaran dapat berupa sumber mata air yang mengering, udara kotor yang sesak bila terhirup, dan tanah menjadi asam.

Dengan adanya penyuluhan seperti ini, ia meyakini akan menambah kemampuan bagi para petugas lapangan khususnya di bidang kehutanan.

Budi menambahkan, persiapan menghadapi bencana kekeringan dan Karhutla melalui kerja sama antarpihak termasuk di dalamnya dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pengendalian Karhutla mengedepankan pencegahan melalui patroli terpadu, monitoring rutin, deteksi dini dan pemadaman cepat.

BPBD Magetan akan menindaklanjuti melalui surat yang ditujukan kepada Camat, Polsek, Koramil, dan Kepala Desa untuk melaporkan kondisi wilayah hutannya masing-masing yang akan disampaikan dalam rapat koordinasi Satgas Karhutla.

“Untuk itu apabila ada titik api, segera untuk dipadamkan sebelum membesar dengan cara membuat ilaran agar api tidak menyebar kemana-mana,” tuturnya. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

 

Author: Ahmadi

Related posts

Komunitas BISA Gelar Beach Clean-up, Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Kelan

Kolaborasi Dengan Toyamas, Desa Kutuh Luncurkan Air Minum Ramah Lingkunan

Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung