Wali Kota Padang Ajak Masyarakat Aktifkan Bank Sampah

Dokumentasi. Kegiatan menimbang sampah anorganik di Bank Sampah Al Barkah yang dikelola dan dimanfaatkan oleh para petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayah Kembangan Jakarta Barat. Foto: ist

  • Bank sampah mampu mengurangi sampah yang dibuang ke TPA, yang per harinya mencapai 600 ton.

envira.id, Jakarta—Wali Kota Padang Hendri Septa mengajak masyarakat bersama-sama mengaktifkan bank sampah sebagai upaya mengurangi persoalan sampah di Kota Padang.

“Sebab, menjaga kebersihan lingkungan setempat adalah sebuah keharusan.Selain itu, bank sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis,” kata Hendri di Kecamatan Koto Tangah, Senin (2/10).

Untuk mengatasi sampah lingkungan, yang bertujuan untuk kenyamanan bersama, dia menekankan, maka semua pihak harus bersinergi bersama-sama mengaktifkan Bank Sampah di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Dengan mengaktifkan bank sampah, lanjut dia, mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin, yang jumlahnya per harinya menghasilkan sampah lebih dari 600 ton dari Kota Padang.

“Masyarakat dapat menyetorkan sampah yang sudah dipilah terlebih dahulu ke bank sampah. Untuk jenis sampah yang diterima oleh bank sampah tentunya meliputi sampah kering seperti plastik, kertas, botol, kardus, aluminium dan besi,” imbuhnya.

Di kesempatan itu, Hendri menyerahkan dana operasional RT/RW, guru TPQ/TQA dan MDT, imam masjid, kader Paud, dan kader Posyandu Triwulan III tahun 2023 se-Kecamatan Koto Tangah bertempat di Aula Kantor Camat Koto Tangah

Camat Koto Tangah Darmalis menyebutkan, jumlah dana operasional yang diserahkan untuk triwulan III ini sebesar Rp. 2,1 miliar yang diperuntukkan bagi 701 RT, 181 RW, 46 Kader PAUD dan 690 kader Posyandu, 75 orang Imam Masjid, 81 orang guru MDT, 541 guru TPQ/TQA. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Author: Ahmadi

Related posts

Menteri Jumhur: Pemulung Tidak Boleh Ditinggalkan Dalam Program Penanganan Sampah

Komunitas BISA Gelar Beach Clean-up, Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Kelan

Kolaborasi Dengan Toyamas, Desa Kutuh Luncurkan Air Minum Ramah Lingkunan