Ubah Perilaku Dapat Turunkan Food Waste

oleh Ahmadi

Share via
  • Food waste dapat dicegah jika konsumen mempertimbangkan beberapa hal.

envira.id, Jakarta—Mengurangi food waste dapat dicegah dengan beberapa tindakan nyata yang dapat diimplementasikan oleh konsumen. Limbah makanan sejatinya akibat perilaku manusia.

“Makanan hadir karena beberapa tahapan panjang, mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga menghasilkan sisa makanan,” kata Guru Besar  Fakultas Teknik UI Prof Paramita Atmodiwirjo, mengutip the Urban Food Sytem Approach dalam sebuah diskusi, Senin (4/12).

Oleh karenanya, sambung dia, food waste dapat dicegah jika konsumen mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, pertimbangkan sebelum membeli. Kedua, berapa lama makanan dapat disimpan. Ketiga, berapa porsi makanan yang dibutuhkan. Keempat, memastikan kemasan dapat didaur ulang. Kelima, konsumen harus memanajemen penyimpanan makanan agar tidak menjadi limbah.

Sementara, dosen Fakultas Psikologi UI Dr. Ratna Djuwita mengatakan, food waste merupakan wujud dari dari perilaku manusia, sehingga masuk dalam ruang lingkup psikologi lingkungan.

Katanya, food waste berpotensi membuat sisa makanan menjadi tumpukan sampah atau limbah makanan. Ia mengutip Theory of Planned Behavior, yang mengatakan, jika mengubah perilaku food waste dapat dilihat dari intensi atau niat untuk menguranginya.

“Ini didorong oleh sikap terhadap intensi, norma diri atau harapan sosial, serta persepsi terhadap kemamuan mencegah food waste,” katanya.

Ratna mengusulkan beberapa tindakan untuk mencegah food waste. Seperti, sosialisasi, serta pengaturan kebijakan dengan menyediakan mini food bank, yaitu mengumpulkan dan mendistribusikan makanan untuk mencegah kesenjangan pangan.

Cara ini diyakini Ratna dapat mengurangi limbah makanan, terutama yang dihasilkan di lingkungan.

Ditambahkan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Prof Bambang Wispriyono mengatakan, food waste terbagai menjadi tiga, yakni not avoidable waste (tidak dapat dihindari dari rantai konsumsi), facultative avoidable waste (terjadi karena kebiasaan konsumen yang berbeda, sdrta avoidable waste (bisa dihindari melalui pengolahan food waste, seperti program komposisasi). []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Send this to a friend