TPST Modern Sandubaya Siap Beroperasi

Ilustrasi-Petugas tengah memilah sampah untuk dimasukkan dalam mesin pencacah di TPST Gedebage. Foto: Diskominfo Jabar

  • Pengolahan sampah di TPST ini mampu menghasilkan tiga jenis produk, yaitu pupuk kompos, pakan maggot dan paving block.

envira.id, Jakarta–Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) modern Sandubaya, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), siap untuk dioperasikan. Biaya pembangunan pengolahan sampah yang mencapai Rp19,9 miliar ini rencananya bakal diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, Juli ini.

Kegiatan peresmian TPST modern Sandubaya itu menjadi rangkaian kegiatan Presiden di NTB, antara lain untuk peresmian bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat.

“TPST modern Sandubaya terpilih untuk diresmikan oleh Presiden Joko Widodo,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Sabtu (6/7).

Sebelumnya, pemerintah kota, menargetkan peresmian TPST modern Sandubaya akan dilaksanakan pada Agustus 2024. Operasional TPST akan menjadi salah satu kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mataram pada 31 Agustus 2024.

“Jika pemerintah pusat mau dimajukan untuk diresmikan Presiden, kami siap melaksanakan,” katanya.

Sementara untuk peresmian, lanjutnya, DLH sedang menyiapkan sejumlah persiapan sambil menunggu detail konsep peresmian yang akan dilakukan sebab akan diatur juga oleh tim kementerian dan protokol dari pusat.

Dalam peresmian TPST modern Sandubaya, kata Denny, pihaknya akan menampilkan hasil produksi yang sudah berhasil dilaksanakan di TPST modern. Hasil produksi itu di antaranya, pembuatan batako dari sampah plastik, serta budidaya maggot yang mulai membuahkan hasil.

Seperti diketahui, tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Sandubaya sudah mulai dioperasikan secara terbatas pada Juni. Pengolahan yang dilakukan telah mampu menghasilkan tiga jenis produk, yaitu pupuk kompos, pakan maggot dan paving block.

Dalam uji coba dilakukan pengolahan sebanyak 15 ton sampah. Jumlah itu dianggap efektif mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA Regional Kebon Kongok. Untuk pangan maggot hasilnya dinilai bagus dan bisa digunakan untuk ternak, sedangkan batako bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara gratis.

Untuk sementara, pengolahan sampah di TPST Sandubaya akan menampung dua kecamatan yaitu Sandubaya dan Cakranegara. Di mana, kapasitas tempat pengolahan yaitu sebanyak 46 ton dalam sehari

Yang jelas, sambung Denny, Pemerintah Kota Mataram menyambut baik TPST modern Sandubaya yang akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Kesempatan ini dianggap bisa mempercepat pembangunan TPST yang dipersiapkan Kota Mataram di Kebon Talo, Ampenan. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Author: Ahmadi

Related posts

Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung

Gubernur Pramono Ungkap Penyebab Tumpukan Sampah Usai Lebaran di Jakarta

Pemkot Denpasar Maksimalkan Penanganan Sampah Organik di Kawasan Wisata Sanur