Survei UI: 80 Persen UMKM Sudah Pilah Sampah

oleh Ahmadi

Share via
  • Dalam menerapkan UMKM Hijau menghadapi beberapa kendala yang perlu mendapat dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

envira.id, Jakarta—Tingkat kepatuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terhadap kepatuhan terhadap hukum lingkungan ternyata terbilang tinggi. Kesadaran untuk melakukan pemilahan sampah juga tergolong bagus.

Dalam survei mini yang dilakukan UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), sebanyak 79 persen UKM dalam menjalankan bisnisnya mematuhi hukum. Survei dilakukan terhadap 79 UKM.

Yang cukup melegakan, survei juga menemukan lebih dari 80 persen UKM sudah menerapkan program pemilahan sampah dan menggunakan bahan baku produksi ramah lingkungan. Sayangnya, hanya 1 dari 10 responden yang memiliki sertifikasi ramah lingkungan.

Meski sudah menerapkan praktik usaha hijau, namun, diakui bahwa responden kerap menghadapi beberapa kendala dalam pengimplementasiannya.

“Setidaknya, ada tiga tantangan yang kerap dihadapi, yakni tidak adanya ide produksi, kesulitan mendapat keuntungan, dan kesulitan untuk melakukan proses produksi barang ramah lingkungan,” kata Kepala UKM Center FEB UI Zahra KN Murad, baru-baru ini.

Guna menjawab tantangan ini, kata Zahra, survei FEB UI menemukan, perlunya inovasi dan teknologi, dukungan kebijakan pemerintah, dan akses terahdap pembiayaan.

Lebih lanjut, Zahra mengatakan, UMKM Center FEB UI selalu mendorong pengembangan dan pemberdayaan UMKM Hijau di Indonesia. Caranya, lewat pengembangan kapastias dan kapabilitas pelaku usaha.

Saat in, sambung dia, banyak pelaku UMKM yang sudah mengetahui konsep UMKM Hijau. Sayangnya, banyak diantara mereka belum mengetahui bagaimana mewujudkan usaha berkerlanjutan.

Zahra menegaskan, UMKM Center bertujuan untuk memberikan solusi menyeluruh terhadap isu pemberdayaan UMKM dan pengembangan kewirausahaan termasuk UMKM Hijau.

Saat ini, UMKM Center FEB UI memiliki lebih dari 6.000 mitra binaan dan lebih dari 1.000 mitra kerja. Dalam pemberdayaan, pengembagan kapabilitas dan kapasitas UMKM melakukan tiga kegiatan utama, takni kajian dan riset, pelatihan dan pendampingan, serta adovasi bisnis. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Send this to a friend