Salut, SMP 5 Abiansemal Badung Juara Kompetisi Pilah dan Setor Sampah DAURI 2025

oleh Envira ID
  • Sejumlah sekolah juga mengembangkan cara kreatif untuk membangun budaya pilah sampah. 

Envira.id, Denpasar — SMP Negeri 5 Abiansemal, Kabupaten Badung, menunjukkan bahwa budaya memilah sampah bisa dibangun kuat dari lingkungan sekolah. Selama dua bulan, November hingga Desember 2025, sekolah ini konsisten mengumpulkan dan menyetorkan ratusan kilogram sampah kemasan hingga akhirnya keluar sebagai juara kompetisi pemilahan, pengumpulan, dan penyetoran sampah antar sekolah dalam program Daur untuk Negeri (DAURI) 2025.

Total, SMPN 5 Abiansemal berhasil mengumpulkan 392,6 kilogram plastik PET, 336,6 kilogram kertas dan kardus, 130,6 kilogram plastik campuran, serta 119,2 kilogram kemasan bekas minuman (UBC). Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibanding puluhan sekolah lain yang berpartisipasi.

Posisi kedua diraih SDN 4 Tabanan dengan perolehan 46,5 kilogram plastik PET, 146,5 kilogram kertas atau kardus, dan 49,5 kilogram plastik lainnya. Sementara peringkat ketiga ditempati SMPN 2 Pekutatan, Kabupaten Jembrana, yang mengumpulkan 207 kilogram plastik PET.

Kompetisi ini merupakan bagian dari program DAURI yang diprakarsai PT Sinar Sosro bersama Tetra Pak untuk mendorong kesadaran pemilahan sampah kemasan makanan dan minuman melalui kolaborasi dengan sekolah. Sebanyak 48 sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA di Denpasar, Badung, Tabanan, dan Jembrana tercatat berpartisipasi aktif.

GM Marcomm & PR Sinar Sosro Gunung Slamat, Devyana Tarigan, mengapresiasi keterlibatan para siswa dan sekolah.

“Kami sangat bangga dengan kontribusi dan peran serta aktif sekolah-sekolah dalam pemilahan, pengumpulan, dan penyetoran kemasan minuman paska konsumsi untuk didaur ulang,” ujarnya.

Sementara itu, Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia, Fatma Nur Rosana, menuturkan masa depan industri pangan perlu ditopang ekonomi sirkular.

“Kami mendorong perubahan perilaku dan memperkuat ekosistem daur ulang. Program ini membuktikan bahwa ketika berbagai pihak bersatu, dampaknya terhadap lingkungan bisa berlipat ganda,” katanya.

Di lapangan, sejumlah sekolah juga mengembangkan cara kreatif untuk membangun budaya pilah sampah. SDN 3 Kuta, misalnya, menggelar kompetisi pengumpulan antar kelas untuk memacu partisipasi siswa. Adapun di SMPN 2 Pekutatan, sampah dicatat layaknya tabungan per kelas, sehingga pengumpulan berjalan konsisten.

President Director PT Eco Loop Indonesia, Zul Martini Indrawati, menilai praktik-praktik tersebut menunjukkan perubahan perilaku bisa tumbuh dari sekolah.

“Meski tidak juara, apa yang dilakukan di SDN 3 Kuta itu menarik dan inspiratif,” ujarnya.

Keberhasilan SMPN 5 Abiansemal dan sekolah-sekolah lainnya menjadi bukti bahwa pembiasaan memilah sampah sejak dini dapat menjadi fondasi kuat pengurangan sampah plastik, sekaligus memotivasi sekolah lain untuk melakukan langkah serupa.

Penulis : Eni   Saeni

 

 

Envira ID
Author: Envira ID

Envira ID adalah situs web yang menyajikan informasi tentang lingkungan, utamanya masalah persampahan di Indonesia.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?