Mendesak, Aksi Perubahan Iklim di Kalangan Komunitas

Ilustrasi -Tanah tandus dampak perubahan iklim. Foto: Pexels

  • Dampak buruk perubahan iklim tidak mengenal batas negara, dan merupakan tanggung jawab bersama.

envira.id, Jakarta— Kebutuhan terkait adaptasi dari dampak perubahan iklim pada tingkat komunitas sudah sangat mendesak. Negara-negara ASEAN pun telah lama menyadari hal ini. Untuk itulah saat ini tengah didorong inisiasi ASEAN Community-based Climate Action.

Dalam kaitan itulah, baru-baru ini diselenggarakan pertemuan untuk menginventarisasi aksi iklim berbasis komunitas yang dilakukan oleh negara-negara anggota ASEAN. Pada pertemuan oitu juga dilakukan identifikasi tantangan yang menghambat integrasi aksi komunitas ke dalam strategi iklim nasional,

“Negara-negara ASEAN juga mendorong upaya kolaboratif untuk menemukan solusi efektif di kawasan ASEAN,” Direktur Mobilisasi Sumber Daya Sektoral dan Regional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wahyu Marjaka, saat membuka Lokakarya Aksi Iklim Berbasis Komunitas di ASEAN, baru-baru ini.

ASEAN Community-based Climate Action ini merupakan bagian dari agenda keketuaan Indonesia untuk ASEAN pada tahun 2023.

Ditegaskan Wahyu, tindakan ini memerlukan partisipasi berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta dan akademisi. Mereka memainkan peran penting dalam upaya memajukan adaptasi perubahan iklim berbasis masyarakat.

Wahyu juga mengingatkan, dampak buruk perubahan iklim tidak mengenal batas negara, dan merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menemukan solusi inovatif dan berkelanjutan.

“ASEAN perlu membangun kolaborasi dan rencana aksi yang jelas dan inklusif, khususnya melalui program aksi iklim berbasis masyarakat,” tandasnya.

Dalam lokakarya tersebut, sambung Wahyu, setiap anggota ASEAN memaparkan kebijakan, peraturan, atau komitmen negaranya dalam upaya mendukung aksi iklim berbasis komunitas.

Setiap anggota, menurut wahyu, juga menyampaikan inisiatif aksi iklim berbasis komunitas yang ada di negaranya, serta pengetahuan dan inovasi dalam komunitas untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan iklim.

Di sela-sela pertemuan itu, delegasi ASEAN terjun kelapangan untuk melihat Program Kampung Iklim Joben Lestari, terletak di Dusun Joben Desa Pasanggrahan, Kabupaten Lombok Timur. Di sana peserta melihat secara langsung contoh aksi iklim berbasis komunitas yang dilakukan oleh Indonesia melalui Program Kampung Iklim yang dilakukan oleh Dusun Joben.

“Program Kampung Iklim Joben Lestari merupakan pemenang penghargaan Proklim Lestari pada tahun 2022, dimana keterlibatan multipihak menjadi kunci dari keberhasilan terlaksananya program ini,” tandasnya. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Author: Ahmadi

Related posts

Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung

Gubernur Pramono Ungkap Penyebab Tumpukan Sampah Usai Lebaran di Jakarta

Pemkot Denpasar Maksimalkan Penanganan Sampah Organik di Kawasan Wisata Sanur