Kemenko Marves: Penanganan Sampah Plastik Harus Kolaboratif 

oleh Ahmadi

Share via
  • Kemasan produk-produk yang berbahan plastik menyebabkan masalah limbah yang substansial.

envira.id, Jakarta—Pemerintah menggandeng swasta untuk penanganan sampah plastik di Indonesia. Kali ini pihak yang diajak kerja sama adalah the Plastics in Societies Partnership (Pisces).

Hal ini disampaikan Koordinator Bidang Pengelolaan Sampah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Rendra Kurnia Hasan dalam keterangannya, Kamis (22/2).

Menurut dia, penanganan masalah sampah plastik harus dilakukan secara kolaboratif dan fokus pada penanganan sistemnya dari hulu, yaitu pengurangan sampah.

Dalam isu plastik ini, dalam pandangannya, terletak pada  penting  kemasan sekali pakai. Karena itu, upaya mendorong praktik dan untuk praktik guna ulang harus terus didorong.

Ia berharap praktik konsumsi ramah lingkungan bisa dengan lebih masih masif  dijalankan ketika pemerintah telah memberikan landasan regulasinya.

Hal senada disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan.

Menurut Arief, pemahaman tentang praktik ramah lingkungan dan pengolahan sampah plastik penting  disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari keseharian.

Sebab, menurut dia, program Pisces  sejalan dan dapat mendukung program Pemerintah Banyuwangi yang memang ingin meningkatkan kepedulian dan meningkatkan manajemen sampah plastik yang berfokus dengan pengembangan kawasan pariwisata.

Menanggapi hal ini, Direktur Pisces Partnership Prof. Susan Jobling mengatakan, kemasan produk-produk yang berbahan plastik menyebabkan masalah limbah yang substansial.

Ia mengatakan, kemasan saset yang kecil, sulit dikumpulkan yang pada akhirnya memperburuk masalah lingkungan.

Karena itulah, lanjut dia, untuk mencapai target pengurangan sampah laut sebesar 70 persen pada 2025, pihaknya melakukan kerja sama melalui pengembangan “Living Lab” sebagai media perumusan dan uji coba pendekatan holistik dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu.

Inisiatif tersebut, sambung Susan, bertujuan untuk mengatasi masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh plastik sekali pakai dan mempromosikan ekonomi sirkular. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Send this to a friend