Kalau Mau Berkelanjutan, Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Profit

Eskavator di tengah-tengah tumpukan sampah di sebuah TPA di Tangerang. Foto: pexels/@tom fisk

  • Pengelolaan sampah tidak bisa mengandalkan pemerintah setempat, tetapi perlu pelibatan banyak pihak.

envira.id, Jakarta—Paradigma pengelolaan lingkungan hidup harus diubah dari fokus pada ekosistem menjadi profit. Bersamaan dengan itu, ego sektoral juga harus dihentikan pada saat ini.

“Langkah ini penting untuk menghidupkan aspek industrialisasi dalam pengelolaan sampah dan limbah yang nantinya dapat diperhatikan secara serius di setiap wilayah,” kata Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq dalam Konferensi Tata Lingkungan Indonesia Tahun 2024, di Jakarta, Rabu (19/9).

Ia menyebut, penanganan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat saja, tetapi harus dipikirkan bersama.

Langkah konkret selanjutnya dapat dilakukan TPA se-Indonesia karena sejauh ini belum ada penanganan yang dilakukan secara komprehensif. Karena itu, ia berharap pada konferensi ini akan didapat solusi untuk pengelolaan TPA di seluruh Indonesia.

“Sehingga ini bisa mendorong pengelolaan lingkungan hidup menjadi sektor yang menarik dan mampu menopang kehidupan,” sambung Hanif.

Ia menekankan, untuk menciptakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, maka pelaksanaannya harus menghasilkan keuntungan. Dan, ini bukan pilihan tetapi harus dijalankan.

Artinya, sambung dia, aspek-aspek industrialisasi dalam pengelolaan sampah dan limbah menjadi penting agar dapat menjadi usaha baru dalam sektor ini sehingga bisa bangkit.

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Author: Ahmadi

Related posts

Menteri Jumhur: Pemulung Tidak Boleh Ditinggalkan Dalam Program Penanganan Sampah

Komunitas BISA Gelar Beach Clean-up, Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Kelan

Kolaborasi Dengan Toyamas, Desa Kutuh Luncurkan Air Minum Ramah Lingkunan