Gerakkan Bank Sampah, Kampus USK Aceh Sumbang Unit Pencacah Sampah

oleh Ahmadi

Share via
  • Bank sampah menjadi strategi agar warga bisa “berkawan” dengan sampah melalui pemilahan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

envira.id, Jakarta—Keberadaan bank sampah terus menggeliat hingga ke daerah-daerah di Indonesia, seperti yang terjadi di Aceh.

Bank Sampah Leue Barokah Gampong Kayee Lee Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, menerima bantuan satu unit mesin pencacah dan satu unit alat pengaduk sampah dari Universitas Syiah Kuala (USK) di Kayee Lee.

Kegiatan penyerahan mesin sekaligus sosialisasi cara pengelolaan sampah itu dihadiri pihak USK, Dinas Lingkungan Hidup Aceh Besar, Terminal Kreasi Aceh dan Bank Sampah Induk Sadar Mandiri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Besar Muwardi mengatakan, bank sampah ini telah diresmikan pada Agustus 2022, melalui Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Produk (PPMBP). Program yang berada di bawah Pengelolaan Lembaga Penelitian dan Pengabdi Masyarakat Universitas Syiah Kuala (LPPM USK) ini, berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Besar.

“Alhamdulillah hingga saat ini selalu dalam pendampingan, dan hari ini dibantu lagi dengan mesin pencacah dan pengaduk sampah,” ujarnya.

Muwardi menyebut, melalui sosialisasi yang diberikan warga Gampong Kayee Lee semakin paham bagaimana mengelola sampah dengan benar sehingga memiliki nilai ekonomi.

Hal ini, tegas dia, dapat memberikan stimulus bagi warga karena dapat dilakukan secara mandiri, yang sekaligus dapat membantu pendapatan mereka.

Gampong Kayee Lee, kata Muwardi, akan mengelola sampah sendiri dari rumah ke rumah dengan motor becak sampah dan juga melakukan pemilahan sampah di Bank Sampah Leue Barokah.

Hasilnya nanti akan di ditampung atau dibeli oleh Bank Sampah Induk Sadar Mandiri. Sedangkan DLH Aceh Besar hanya mengambil residu dan Bank Sampah Leue Barokah.

Bank sampah menjadi bagian dari strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat “berkawan” dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah.

“Semoga dapat menginspirasi gampong gampong lainnya, sehingga mudah-mudahan dapat menuju Kabupaten Aceh Besar Bebas Sampah Tahun 2025,” tutupnya.

Penulis: Ahmadi Supriyanto

 

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Send this to a friend