Darurat Sampah Belum Usai, Wali Kota Padang Minta Perhatian Warga

Petugas kebersihan DLH Kota Padang membersihkan dan mengangkut sampah yang tercecer di TPS Parupuk Tabing. Foto: infopublik

  • Selain minta kesadaran warga untuk mengelola sampah sejak dari rumah, pembangunan bank sampah juga tengah digiatkan.

envira.id, Jakarta—Menghadapi kondisi darurat sampah yang masih berlangsung, Wali Kota Padang Hendri Septa meminta kepada semua pihak, termasuk masyarakat, untuk menjadikan persoalan sampah sebagai perhatian bersama.

“Kota Padang ini darurat sampah. Ini bukan hanya pemerintah, tapi kesadaran masyarakat harus ditingkatkan,” ujar Hendri Septa saat meninjau beberapa titik tempat penampungan sementara (TPS) di Kota Padang, Minggu (8/10).

Saat ini, jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat di Kota Padang mencapai lebih 600 ton sehari, sementara tempat pembuangan akhir (TPA) Air Dingin diprediksi bakal penuh pada 2026 mendatang.

Apalagi, saat ini, ada beberapa oknum yang membuang sampah tidak pada tempatnya sehingga memunculkan TPS liar.

Karena itu, Hendri Septa meminta camat, lurah, RT, dan RW untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan agar warga tidak membuang sampah sembarangan.

Selain itu, ia juga mengimbau warga Kota Padang untuk membentuk bank sampah di tiap RW, sehingga tidak hanya masalah sampah yang dapat berkurang, namun juga bernilai ekonomis bagi masyarakat.

“DLH bersama seluruh camat dan lurah akan mengawal pembuatan bank sampah di tengah masyarakat,” tutup Hendri Septa.

Penulis: Ahmadi Supriyanto

 

Author: Ahmadi

Related posts

Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung

Gubernur Pramono Ungkap Penyebab Tumpukan Sampah Usai Lebaran di Jakarta

Pemkot Denpasar Maksimalkan Penanganan Sampah Organik di Kawasan Wisata Sanur