- Air lindi dari sampah yang ditimbun dapat mencemari lingkungan.
envira.id, Bandung – Tempat pembuangan sampah sementara di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, mencemari lingkungan. Atas temuan itu, Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyegel TPA tersebut, Senin, 10 Februari 2025.
Tindakan tegas itu diambil karena pengelolaan sampah di Pasar Caringin diduga kuat melanggar aturan.
Direktur Sanksi Administrasi Kementerian KLH, Ari Prasetya, menjelaskan, penyegelan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan aduan masyarakat tentang adanya penimbunan sampah di tempat tersebut. “Ini untuk menindaklanjuti aduan masyarakat, ” ujarnya.
Pengelola Pasar Caringin, sebenarnya sudah mendapat sanksi administrasi dari Pemkot Bandung terkait pengelolaan sampah. Meski demikian, menurut Ari, belakangan diketahui sampah malah ditumpuk dan ditimbun.
Penimbunan sampah itu akan membawa dampak negatif bagi lingkungan, seperti pencemaran air lindi.
Ari menambah, selain penimbunan, pihak pengelola juga melakukan pembakaran sampah dengan insenerator tanpa ijin.
Setelah TPA disegel, kegiatan pengelolaan sampah dihentikan dan KLH akan menelusuri lebih jauh kemungkinan adanya pelanggaran hukum.
Volume sampah di pasar induk Caringin Bandung cukup besar, sekitar 48 ton per hari. Sampah didominasi sampah anorganik karena sebagian besar dari sekitar 4.000 orang pedagang di pasar tersebut adalah pedagang buah-buahan dan sayuran.
Penulis : Eni Saeni