TPA Degayu Kelebihan Beban, Pekalongan Bangun TPST Baru

Ilustrasi-Aktivitas di Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS3R) di Desa Petiken Kecamatan Driyorejo yang baru saja diresmikan.Foto: Diskominfo Gresik

  • TPST baru ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek dalam mengurangi sampah yang menumpuk di TPA Degayu.

envira.id, Jakarta—­­­­­­­­­­­­­­­­­­Pemerintah Kota Pekalongan bakal membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) untuk menggantikan tempat pemrosesan akhir (TPA) Degayu yang sudah kelebihan beban sampah.

TPST baru berbiaya Rp2,8 miliar itu nantinya akan menempati lahan seluas 900 meter persegi dengan kelengkapan berupa peralatan enam buah mesin canggih, seperti mesin pencacah ranting, mesin gibrik, conveyor (6m), incinerator, mesin pengasah pisau, dan mesin pemilah sampah ditambah pembubur sampah organik.

Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya proyek ini dilakukan oleh Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid, Senin (22/7).

Pada kesempatan itu, Afzan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemitraan Indonesia yang telah membantu pemerintah daerah melalui program dana adaptasi (Adaptation Fund) dalam memfasilitasi terwujudnya TPST yang mampu mengolah sampah berkapasitas 5—10  ton per harinya.

“Semoga ini menjadi solusi jangka pendek dalam mengurangi sampah yang menumpuk di TPA Degayu,” katanya.

TPST yang berada di Kelurahan Kuripan Kertoharjo ini diharapkan bisa untuk dimaksimalkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat agar bisa mulai menggiatkan pemilahan sampah dari rumah.

Dengan kehadiran TPST ini, Afzan meyakini dapat memberikan dampak baik bagi lingkungan sekitar apalagi kalau dapat disinergikan dengan program-program penanganan sampah yang sudah digalakkan sebelumnya. Di antaranya,  Omah Pilah Sampah Mandiri dan Berekonomi (OOPS MAMI), tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS-3R), serta bank sampah.

Selain itu TPST ini diharapkan bisa membantu menyelesaikan persoalan sampah di daerah. Pasalnya, masih banyak timbulan sampah di beberapa daerah karena ulah oknum yang membuang sampah di sembarang tempat, seperti di pinggir jalan dan di bantaran sungai.

Pembangunan TPST ini merupakan intervensi dari program Adaptation Fund yang di dalamnya ada tiga komponen yaitu melindungi, mempertahankan, dan melestarikan menuju ketahanan iklim

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Author: Ahmadi

Related posts

Komunitas BISA Gelar Beach Clean-up, Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Kelan

Kolaborasi Dengan Toyamas, Desa Kutuh Luncurkan Air Minum Ramah Lingkunan

Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung