TPA Banda Aceh Overload Sejak Lama

oleh Ahmadi

Share via
  • Sebanyak 60 persen sampah berasal dari sisa makanan, yang juga diproduksi oleh warga pendatang.

envira.id, Jakarta—Tempat Pemrosesan Akir (TPA) Banda Aceh saat ini sudah kelebihan kapasitas, akibat lonjakan volume sampah yang terus meningkat hingga mencapai 93.506 ton pada 2023.

Menurut data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota (DLHK3) menyebut, selama tahun 2023 rata-rata sampah yang masuk sebanyak 256 ton per hari atau selama setahun sekitar 93.506 ton.

Data itu juga memaparkan, produksi sampah ke TPA Banda Aceh pada 2018 sekitar 80.745 ton atau 220 ton per hari. Kemudian, pada tahun 2019 tercatat 73.728 atau 201 ton per hari.

Kemudian, pada 2020 sampah yang masuk ke TPA mencapai 80.657 ton atau 220 ton per hari. Sedangkan, pada 2021 tercatat sebanyak 79.669 ton, dan pada 2022 sekitar 90.174 ton.

“Terlihat, TPA Banda Aceh sudah melebihi kapasitas sejak tahun 2019,” terang Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK3 Kota Banda Aceh, Asnawi, akhir pekan lalu.

Untuk menangani semua sampah itu, lanjut Asnawi, pihaknya menyediakan 80 mobil dengan jenis yang berbeda, meski tetap saja TPA Banda Aceh kewalahan karena sejak 2019 sudah mengalami lonjakan sehingga harus ditransfer ke TPA Regional di Banda Aceh.

Menurut Asnawi, salah satu penyebab naiknya timbulan sampah berasal dari beberapa kegiatan di Banda Aceh, serta bertambanya jumlah penduduk di Ibu Kota Provinsi Aceh.

Hingga saat ini sebanyak 60 persen sampah didominasi dari limbah sisa makanan. Sedangkan sisanya, berupa sampah plastik, botol, karet, kardus dan sampah rumah tangga

“Sampah-sampah itu juga ada yang berasal dari masyarakat luar Aceh yang memicu tambahan sampah di Banda Aceh,” tambah dia. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

 

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Send this to a friend