Tak Ingin Terlihat Jorok, Cator Sampah Keliling di Kawasan Masjid Al Jabbar

Ilustrasi- Becak Motor (cator) sedang beroperasi di kawasan pemukiman. Foto: net

  • Petugas diminta untuk tegas menegur jamaah yang sembarangan membuang sampah, dan ASN yang bertugas tak sungkan memungut sampah bila di depannya terlihat sampah.

envira.id, Jakarta — Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat terus berbenah mengantisipasi timbulan sampah yang terserak di area Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung. Terobosan dan pengawasan terus dilakukan sejak masjid megah ini diresmikan 30 Desember 2023 lalu.

Jumlah jamaah yang datang dari hari ke hari terus membludak. Seiring dengan itu, sampah yang dihasilkan juga semakin banyak. Dalam hitungan DHL Jabar, timbulan sampah dari kegiatan di Masjid Raya Al Jabbar mencapai 4 ton per hari.

Nah, untuk menjaga kebersihan kawasan masjid yang dapat menampung 33 ribu jemaah itu saat ini disediakan becak motor (cator) pengangkut sampah yang berkeliaran di lingkungan masjid seluas 21.799,20 meter persegi, dengan luas plaza, parkir ,serta area hijau mencapai 11,163 hektar.

Cator alias becak motor berwarna hijau itu, mengumpulkan sampah saban hari. Selanjutnya, sampah yang telah dipungut itu akan dikumpulkan di Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPSS) di area Masjid Al Jabbar untuk kemudian dilakukan pemilahan dan pengelolaan bersama Bank Sampah.

Sejak masjid ini resmi beroperasi dan telah menjadi ikon Jawa Barat, Pemprov Jabar telah memikirkan soal persoalan sampah dengan mengeluarkan SK instruksi terkait penanganan sampah. Intinya, pegawai perangkat daerah di lapangan selalu memberikan arahan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan jamaah dan pengunjung.

Begitu juga, ASN atau individu yang bertugas, diminta tak sungkan-sungkan memungut sampah yang terlihat di depan mata. Kepada mereka juga diminta untuk melarang dan menegur jamaah yang membuang sampah tidak pada tempatnya.
Persoalan sampah ini, membentot perhatian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ia bahkan sampai terkejut usai peresmian masjid yang dia arsiteki, timbulan sampahnya mencapai 1,9 ton.

“Kan kebersian itu bagian dari iman, jadi tolong jangan Islam KTP. Hanya selfie terus ngaruntah (nyampah),” kata Ridwan Kamil suatu kali. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Author: Ahmadi

Related posts

Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung

Gubernur Pramono Ungkap Penyebab Tumpukan Sampah Usai Lebaran di Jakarta

Pemkot Denpasar Maksimalkan Penanganan Sampah Organik di Kawasan Wisata Sanur