Potensi Sirkular Ekonomi Pengelolaan Sampah Organik Sangat Besar

oleh Ahmadi
  • Biokonversi sangat penting artinya bagi pengelolaan sampah organik di Indonesia. Tapi, perubahan pola pikir masyarakat juga tak kalah pentingnya.

envira.id, Jakarta—Nilai manfaat dari perputaran sirkular ekonomi pengelolaan sampah, khususnya sampah organik, sangat besar. Dengan pemeliharaan dan pengolahan sampah organik yang sangat mudah, pengembangan maggot menjadi solusi yang bagus untuk dikembangkan.

“Investasinya enggak canggih karena alam sudah memberikan. Enggak perlu pendingin. Enggak perlu apa-apa lagi,” kata Ketua Asosiasi Black Soldier Fly Indonesia, Agus Pakpahan dalam diskusi rutin Pojok Iklim bertema “Biokonversi Sampah Organik dalam Aksi Iklim” Rabu, 19 April 2023.

Agus menggambarkan, jika 10 persen saja sampah di Jakarta yang berjumlah 3500 ton sehari dapat digunakan untuk makanan maggot, potensi yang dihasilkan sungguh besar. Artinya, kebutuhan pakan maggot berupa tepung ikan yang berasal dari impor bisa dipenuhi dari sampah organik.

Biokonversi, menurut Agus menjadi solusi sangat efektif untuk menyelesaikan masalah-masalah besar persampahan di Indonesia. Apalagi suhu di Indonesia yang berada di kisaran 30—31 derajat sangat optimal untuk pengembangan maggot dan lalat.

Pengelolaan Biokonversi ini dapat digunakan untuk kebutuhan peternakan dan pertanian. Biokonversi selain menghasilkan maggot berkualitas prima, juga menghasilkan pupuk kering berasal dari sampah organik yang telah dikonsumsi maggot dan pupuk cair yang berasal dari urin maggot.

“Kalau itu digunakan maka bisa bebas dari pestisida dan pupuk kimia, yang menghabiskan gas 50%, padahal dibutuhkan untuk industri. Jadi daya sirkular ekonomi ini dahsyat,” tegas Agus.

Untuk itu, Agus berpendapat fasilitas pengolahan sampah atau limbah organik dengan teknologi biokonversi yang memanfaatkan Lalat Tentara Hitam/Black Soldier Fly di rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Tol Cibubur sebagai langkah bagus.

TIP yang terletak di Jalan Tol Jagorawi KM 10 ini adalah TIP pertama di Indonesia yang menerapkan fasilitas pengolahan sampah tersebut. Fasilitar anyar ini diplopori oleh Forest for Life Indonesia dan Korindo.

Artinya, keberadaan fasilitas biokonversi secara fisik sangat bermanfaat. Tapi, ia menegaskan, yang paling dibutuhkan untuk langkah aksi perubahan iklim adalah mengubah pola pikir masyarakat, yang salah dalam konstruksi berfikir.

“Lalat ini memberikan inspirasi buat kita. Makhluk yang dibenci sekali pun ciptaan Allah ternyata memberikan daya trobos ke depan. Knowledge yang sangat penting buat manusia,” tutup Agus. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

 

Ahmadi
Author: Ahmadi

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?