Plastic Free July dan Cara Berpartisipasinya

Ilustrasi-Tumpukan tutup botol plastik yang telah dipilah. Foto: pexels

  • Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya konsumsi plastik yang tidak bertanggung jawab.

envira.id, Jakarta—Setiap bulan Juli, dunia selalu mengampanyekan bebas plastik, yang dikenal lewat kampanyenya, “Plastic Free July”. Gerakan masif di seluruh dunia itu, termasuk di Indonesia, telah dimulai sejak 2011, dengan penggagas utama Rebecca Prince—Ruiz.

Kampanye yang dimulai dari Australia Barat ini memiliki satu tujuan konkret, yaitu mengatasi pencemaran sampah plastik. Solusi utama yang ditawarkan adalah mengurangi penggunaan kemasan plastik.

Bermula dari sebuah gerakan kecil, kampanye ini semakin berkembang hingga kini menyebar ke seluruh dunia. Untuk menampung dan mengorganisir gerakan, maka dibentulah organisasi non-profit yang fokus bergerak dalam isu sampah plastik. Organisasi ini kemudian dinamai Plastic Free Foundation Ltd yang didirikan oleh inisiator kampanye.

Di Indonesia, momentum ini dimanfaatkan berbagai Non-government Organization (NGO) lingkungan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya konsumsi plastik yang tidak bertanggung jawab.

Selain edukasi, NGO juga menyediakan wadah bagi masyarakat yang ingin ikut turun tangan langsung mengatasi sampah plastik. Kegiatan yang dilakukan di antaranya, “Cleanup”, kampanye menggunakan kemasan guna ulang, dan menyediakan sarana pengelolaan sampah.

Sebagai informasi, setiap tahunnya, manusia di bumi memproduksi setidaknya 430 juta ton sampah plastik. Dari jumlah itu dua pertiganya, atau 286,7 juta berumur pendek dan cepat menjadi limbah, mencemari lingkungan, bahkan masuk ke dalam rantai makanan manusia.

Di Indonesia, dari 19,45 juta ton timbulan sampah pada 2022, sebanyak 18,4 persennya atau sekitar 3,6 juta ton merupakan sampah plastik. Yang memprihatinkan, hanya 9 persen sampah plastik yang bisa didaur ulang. Sisanya, dibakar dan 79 persen berakhir di TPA, yang berpotensi mencemari lingkungan.

Publik yang ingin berpartisipasi dalam gerakan ini cukup melakukan tiga hal penting:

  1. Gunakan kemasan sekali pakai

Pilihlah kemasan yang dapat dipakai berulang-ulang.

  1. Pilah sampah dari rumah

Ada beberapa sampah yang dapat didaur ulang dan bernilai ekonomi. Tidak semua sampah harus berakhir di TPA.

  1. Jadi pelanggan bank sampah

Sampah yang telah dipilah dan didaur ulang dapat ditukar dengan uang melalui bank sampah. Syaratnya harus menjadi nasabah bank sampah.

  1. Ikut kegiatan cleancup

Jika punya waktu luang, wujudkan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengikuti berbagai kegiatan cleanup yang banyak diselenggarakan oleh berbagai LSM.  []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

KLHK, FREE PLASTIC JULY, SAMPAH PLASTIK, SAMPAH LAUT

Author: Ahmadi

Related posts

Komunitas BISA Gelar Beach Clean-up, Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Kelan

Kolaborasi Dengan Toyamas, Desa Kutuh Luncurkan Air Minum Ramah Lingkunan

Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung