Patut Ditiru Nih, Mataram “Sulap” Limbah Plastik Jadi Batako

oleh Ahmadi
  • Produksinya sudah mencapai 1000 per keping per hari. Digunakan di ruang publik dan jalan lingkungan

envira.id, Jakarta—Cara kreatif Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menangani sampah  plastik patut diacungi jempol. Pasalnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mampu mengubah sampah menjadi batako. 

“Saat ini kami sudah berhasil mencetak lebih dari seribu keping batako dari limbah plastik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Vidi Partisan Yuris Gamanjaya di Mataram, Selasa.

Dikatakan, 1000 batako yang dicetak ini merupakan produksi uji coba TPST Modern Sanbudaya. Jumlah ini mengalami lompatan cukup banyak, dari semula 10, 20, dan 30 keping perlahan meningkat menjadi 200 keping per hari.

Pada titik produksi 200 keping per hari, sambung dia, sebenarnya target sudah tercapai. Namun, ke depan akan terus ditingkatkan, apalagi saat ini produksinya sudah mencapai 1000 keping.

“Tapi itu (jumlah produksi-red) tergantung limbah plastik yang masuk,” tambah dia.

Sebagai informasi, DLH Kota Mataram menyebutkan, volume sampah di Kota Mataram secara keseluruhan di enam kecamatan saat ini tercatat sebanyak 240 ton per hari. Rinciannya, 60 persen sampah organik, 30 persen plastik, sisanya berupa limbah kayu, diaper, kaca, dan sejenisnya.

Vidi melanjutkan, batako hasil cetakan selama uji coba TPST modern  akan dipasang pada areal TPST Sandubaya di bagian bawah yang belum ditata.

Kualitas batako dari limbah plastik ini, kata dia, sangat baik. Salah satu keunggulannya tidak meleleh ketika terkena api, seperti puntung rokok, atau percikan api.

Dikatakan, TPST modern di Sandubaya dilengkapi dua mesin pencetak batako atau paving block dari sampah plastik yang mampu mencetak 50 batako per jam.

Untuk mencetak batako dari limbah plastik ini hampir 90 persen menggunakan tenaga mesin. Artinya,  petugas cukup melempar hasil cetakan batako ke kolam berisi air agar batako cepat dingin.

“Jadi kami tidak mesti menyiagakan petugas khusus untuk proses pembuatan batako dari sampah plastik ini,” tandas dia.

Setelah di uji coba di areal TPST Sandubaya, kata Vidi, batako dari limbah plastik akan digunakan pada fasilitas publik seperti di ruang terbuka hijau (RTH), dan jalan-jalan lingkungan. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Ahmadi
Author: Ahmadi

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?