Olah Sampah Organik dari Rumah untuk Kurangi Beban TPA

Gungungan sampah di TPA Bantar Gebang Bekasi

Envira.id, Jakarta — Pengelolaan sampah organik dari sumbernya, terutama dari rumah warga, perlu diperkuat untuk mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Perekayasa Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prihartanto mengatakan, timbulan sampah nasional pada 2025 mencapai 144.869 ton per hari. Sebanyak 75 persen di antaranya berasal dari rumah tangga.

“Indonesia darurat sampah. Gunung sampah di TPA Bantar Gebang setara dengan 16 lantai bangunan,” kata Prihartanto dalam diskusi yang digelar Guru Literasi Jakarta (Gliter Jak) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Prihartanto, besarnya timbulan sampah tersebut perlu diikuti dengan pengelolaan yang tepat, terutama dengan mengurangi sampah yang dibawa ke TPA. Salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah mengolah sampah organik dari rumah melalui proses pengomposan.

Pengomposan dapat dilakukan dengan sistem aerobik, yakni memanfaatkan oksigen agar proses penguraian bahan organik berlangsung dengan baik. Menurut Prihartanto, ketersediaan oksigen yang cukup juga penting untuk mencegah munculnya bau dalam proses pengomposan.

“Kalau oksigen cukup tidak akan menimbulkan bau. Kalau bau berarti akan timbul belatung, itu composting yang tidak sehat,” jelasnya.

Selain diolah menjadi kompos, sampah makanan juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan maggot. Hasil pengolahan tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk maupun pakan ternak.

Pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga menjadi penting karena dapat mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut dan berakhir di TPA. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berperan dalam memilah sampah, tetapi juga mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Sementara itu, sampah nonplastik yang mudah terbakar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, salah satunya untuk kebutuhan industri semen.

Dalam sesi tanya jawab, peserta menyoroti persoalan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah yang dinilai belum sepenuhnya didukung teknologi dan fasilitas pengelolaan yang memadai.

Menanggapi hal tersebut, Prihartanto menilai aspek ekonomi dapat menjadi salah satu pendorong masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah.

Penulis : Eni Saeni

 

Author: Envira ID

Envira ID adalah situs web yang menyajikan informasi tentang lingkungan, utamanya masalah persampahan di Indonesia.

Related posts

Woooow, Sampah Kemasan Mi Instan Capai Puluhan Miliar Lembar per Tahun

Jempol Untuk Pemkot Makassar, TPA Tamangapa Mulai Tinggalkan Open Dumping

Lagi,  Kebakaran di TPA Sampah