Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung

oleh Envira ID

Envira.id, Bandung — Lonjakan volume sampah saat Hari Raya Idulfitri merupakan pola tahunan di Kota Bandung. Peningkatan ini kembali terlihat pada Idulfitri 1447 Hijriah, ketika Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat volume sampah pada malam takbiran mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton, naik sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengatakan kenaikan volume sampah selama Ramadan hingga Lebaran hampir selalu terjadi setiap tahun. Menurutnya, peningkatan aktivitas rumah tangga, konsumsi makanan, serta mobilitas warga menjadi faktor utama yang memicu bertambahnya timbulan sampah.

Meski pola ini terus berulang, kondisi pengelolaan sampah pascalibur panjang kini mulai berangsur normal setelah TPA Sarimukti kembali beroperasi.

Sebelumnya, pengangkutan sampah sempat terhenti pada hari H dan H+1 Lebaran karena libur operasional, sehingga memicu penumpukan di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Saat ini, DLH memprioritaskan pembersihan di titik-titik yang mengalami kelebihan kapasitas, seperti TPS Binong, TPS Kebon Binatang di Jalan Tamansari, dan TPS Kosambi.

Proses pembersihan dilakukan secara intensif dengan dukungan alat berat agar tumpukan sampah yang sempat menggunung dapat segera diurai dan tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

Data DLH juga menunjukkan dinamika yang berbeda di tiap wilayah. Beberapa kawasan seperti Bojonegoro, Cibinjing, dan Ujungberung mengalami penurunan volume, sementara peningkatan signifikan terjadi di wilayah Karees, Kordoba, dan Tegalega.

Untuk menghadapi pola kenaikan tahunan saat Lebaran, DLH mengerahkan 2.266 personel dan 423 armada yang disebar di ratusan titik pantau sejak H-1 hingga H+2.

Distribusi personel dan armada dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan agar penanganan tetap optimal, terutama di titik-titik yang diperkirakan mengalami lonjakan volume sampah tertinggi.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menambahkan strategi operasional juga diperkuat dengan memajukan jam kerja petugas penyapu jalan menjadi pukul 04.00 pagi agar kondisi jalan sudah bersih saat aktivitas masyarakat dimulai.

Selain penanganan teknis, DLH menilai keterlibatan masyarakat tetap menjadi faktor penting untuk menekan pola lonjakan tahunan tersebut. Program pengelolaan sampah organik di tingkat RW dan kelurahan mulai menunjukkan hasil positif dalam mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke TPS dan TPA.

Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, DLH berharap pola kenaikan volume sampah saat Lebaran yang terus berulang setiap tahun dapat semakin terkendali melalui penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

 

Penulis: Eni Saeni

 

 

 

Envira ID
Author: Envira ID

Envira ID adalah situs web yang menyajikan informasi tentang lingkungan, utamanya masalah persampahan di Indonesia.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?