Kota Padang Darurat Sampah, Lurah Diminta Bersikap Tegas

oleh Ahmadi

Share via
  • Selain sikap tegas aparatur daerah, partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sangat penting.

envira.id, Jakarta—Kota Padang saat ini berada dalam darurat sampah. Guna mengatasi masalah ini, Pemkot setempat meminta seluruh lurah di Kota Padang agar konsisten menerbitkan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di wilayahnya masing-masing.

“Sampah ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kota Padang ini darurat sampah. Ini bukan hanya pemerintah, tapi kesadaran masyarakat harus kembali ditingkatkan,” kata Wali Kota Padang Hendri Septa, dalam rapat “Penanganan Sampah” bersama seluruh lurah Kota Padang di Balai Kota Padang Aia Pacah awal pekan ini.

Hendri mengingatkan, pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya akan memunculkan tempat pembuangan sampah liar. Karenanya, ia meminta agar evaluasi kerja lurah dan camat dioptimalkan.

“Perlu arahan perilaku kepada masyarakat terhadap sampah yang mereka hasilkan, agar sampah dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat, mengingat keadaan sampah di kota Padang yang kurang tertib,” katanya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang (DLH) Mairizon mengatakan, saat ini terdapat 670 titik TPS liar di Kota Padang. Dari jumlah itu, 62 titik sudah ditertibkan.

“Ini harus menjadi perhatian masing-masing lurah di kecamatan. Lembaga pengelola sampah (LPS) yang ada di setiap kecamatan dan kelurahan harus berkembang lebih baik lagi,” tuturnya.

Mairizon mengatakan, saat ini jumlah LPS di Kota Padang sebanyak 185, sedangkan becak motor (becak motor) sejumlah 280 bentor.

Selain pengawasan terhadap TPS liar, Mairizon mengharapkan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Berdasarkan data DLH Kota Padang, Kecamatan Padang Timur dan Lubuk Begalung termasuk aktif dalam koordinasi penanganan sampah.

DLH Kota Padang sebutnya, terus memberlakukan sanksi terhadap pelaku OTT (Operasi Tangkap Tangan). Sanksi tersebut berupa tindak pidana ringan (tipiring) dengan kurungan 3 bulan penjara atau denda.

“Kita berharap, dengan kegiatan ini, lurah dan camat harus tetap tingkatkan pengawasan dan penjagaan terhadap TPS liar. Ini evaluasi kita bersama, agar terus dikoordinasikan,” tutup Mairizon. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?