Indonesia Impor Sampah Untuk Bahan Bakar

Kondisi Tumpukan Sampah Terpapar Dioxin (Foto : Istimewa)

Envira.id – Sebanyak 12  industri daur ulang kertas di Jawa Timur memembeli  bahan baku dari importir sampah kertas. Celakanya, sampah  itu tercampur dengan potongan plastik.

Nah, sampah plastik yang tak terpakai di pabrik daur ulang  itu kemudian dijadikan bahan bakar pada pabrik tahu  di Desa Bangun dan Desa Troposo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Hal itu memunculkan masalah karena penggunaan sampah plastik sebagai bahan bakar memicu terjadinya pencemaran  udara cukup serius. Asap yang mengepul mengandung racun dioxin.

Hasil riset menunjukkan,  telur ayam warga  Desa Troposo mengandung racun berbahaya karena ternak piaraan itu memakan makanan yang tercemar dioxin.  Jika dihirup manusia, udara yang tercampur  dioxin  dapat menyebabkan terganggunya organ reproduksi  dan memicu terjadinya penyakit kanker. 

Penemuan dioxin dalam rantai makanan di Desa Troso itiu dipublikasikan oleh aliansi peneliti dari International Pollutants Elimination Network (IPEN), Arnika Association, Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) dan Nexus3 Foundation  pada November 2019.

 “Kasus”  di Desa Troposo harus jadi perhatian semua pihak. Namun faktanya  impor sampah terus terjadi karena industri membutuhkan bahan baku. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, pada 2018, impor sampah kertas ke Jawa Timur sebanyak 738. 665 ton,  meningkat  35% dibandingkan tahun 2017.

Sepanjang 2019, Bea Cukai Tanjung Priok juga memulangkan (reekspor) 331 kontainer sampah plastik ke Australia, Belgia, Perancis, Jerman, Yunani, Belanda, Slovenia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Hongkong dan United Kingdom.

Pada Juli 2019, Kantor Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya juga  menahan 38 kontainer sampah dari Amerika Serikat. 

Indonesia terus mengimpor sampah,  sementara jumlah  sampah nasional (tahun 2021)  mencapai 68,5 juta ton.   Mengapa?

Penulis: Esa

 

Author: Envira ID

Envira ID adalah situs web yang menyajikan informasi tentang lingkungan, utamanya masalah persampahan di Indonesia.

Related posts

Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung

Gubernur Pramono Ungkap Penyebab Tumpukan Sampah Usai Lebaran di Jakarta

Pemkot Denpasar Maksimalkan Penanganan Sampah Organik di Kawasan Wisata Sanur