- “Bagaimana kita mau jual, kita harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita nggak bener, Jorok, kotor,” kata Presiden Prabowo
Envira.id, Bogor – Presiden Prabowo Subianto menyerukan langkah konkret dan kolaboratif untuk mengatasi krisis sampah nasional. Ia menegaskan, persoalan sampah bukan lagi urusan sektoral, melainkan situasi darurat yang membutuhkan aksi cepat seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
“Sampah di mana-mana. Ini harus kita selesaikan,” kata Prabowo saat menyampaikan arahan sebelum membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Dengan nada tegas, Presiden meminta kepala daerah, pimpinan kementerian dan lembaga, TNI, Polri, hingga BUMN bergerak bersama menangani persoalan tersebut. Bahkan, ia secara khusus memerintahkan jajaran militer dan kepolisian di daerah untuk mengerahkan personel membantu pembersihan lingkungan.
“Apa salahnya? Kalau gubernur dan bupati tidak bisa saya perintah, Dandim, Danrem, saya perintahkan. Kau gerakkan anak buahmu. Korve, tiap hari atau tiap beberapa hari korve, korve, korve. Kepolisian kerahkan, korve,” ujarnya.
Istilah korve yang berulang kali disebut Presiden merujuk pada kerja bakti atau aksi bersih-bersih massal secara rutin.
Tak hanya itu, Prabowo juga menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) di kementerian dan lembaga untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja.
“Minimal setengah jam pagi-pagi sebelum masuk kantor, bersih-bersih. Kalau perlu menterinya yang pimpin,” katanya. Sejumlah menteri tampak tersenyum kecil ketika arahan itu disampaikan, namun Presiden menekankan perintah tersebut harus dijalankan serius.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengingatkan ancaman kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) yang kian kritis. Ia menyebut hampir seluruh TPA di Indonesia diprediksi akan penuh pada 2028 bila tidak ada langkah cepat.
Sebagai solusi, pemerintah akan mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 34 daerah. Beberapa proyek disebut mulai dibangun tahun ini dan ditargetkan beroperasi dalam dua tahun ke depan.
Presiden juga menyinggung dampak sampah terhadap sektor pariwisata.
“Bagaimana kita mau jual pariwisata kalau lingkungan kita nggak benar? Jorok, kotor,” tegasnya.
Untuk itu, pemerintah segera meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), yakni gerakan nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.
Selain penanganan sampah, Presiden meminta kepala daerah menertibkan spanduk, baliho, papan reklame, hingga kabel-kabel semrawut yang dinilai merusak keindahan kota.
Penulis :Eni Saeni