envira.id, Jakarta–Pengolahan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif atau refuse-derived fuel (RDF) Desa Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi salah satu lokasi RDF yang dapat menjadi contoh.
“Cilacap terdiri dari 24 kecamatan, sampah yang terolah di TPST RDF ini berasal dari 14 kecamatan di sekitar TPST RDF,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap Sri Murniyati dihadapan Presiden Joko Widodo yang mengunjungi TPST RDF tersebut, Rabu (3/1).
Mesin RDF di TPST Jeruklegi, lanjut dia, memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 200 ton. Namun saat ini, mesin tersebut belum dimaksimalkan sehingga baru mampu mengolah 150 ton per hari, yang mampu menghasilkan produk pengganti bahan bakar atau batu bara hingga 60 ton per hari.
Produk RDF dari pengolahan sampah di fasilitas RDF Jeruklegi, sambung dia, dimanfaatkan oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Cilacap, yang merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti sebagian bahar bakar fosil atau batu bara.
Sementara itu, Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, mengatakan, fasilitas pengolahan sampah perkotaan menjadi RDF dengan kapasitas 160 ton per hari di Cilacap ini, merupakan fasilitas RDF yang pertama di Indonesia, diresmikan pada 21 Juli 2020 oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.
Fasilitas RDF Jeruklegi dibangun di atas lahan seluas satu hektar melalui kolaborasi antara SBI, Pemerintah Kabupaten Cilacap, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Pemerintah Kerajaan Denmark. Kini, selain sebagai off-taker RDF, SBI juga ditunjuk sebagai operator fasilitas RDF tersebut.
Reni Wulandari mengatakan, pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini merupakan terobosan dalam pemanfaatan sampah yang lebih ramah lingkungan serta menciptakan sirkular ekonomi bagi masyarakat. “Seiring pertumbuhan populasi, sampah menjadi masalah yang masih belum teratasi.
Penerapan teknologi RDF, terang Reni, menjadi salah satu solusi untuk membantu pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat dan mengurangi landfill. untuk menurunkan emisi karbon dari proses produksi dan berkontribusi mendukung pencapaian target penurunan emisi karbon yang dicanangkan pemerintah.
Program inovasi sosial SBI di Cilacap yang melibatkan komunitas pengolah sampah Baruwani, sambung Reni, juga menjadi program sosial dan lingkungan yang berhasil mengantar SBI menjadi satu-satunya perusahaan semen yang meraih PROPER Emas dari KLHK pada tahun 2022.
“Keberhasilan SBI menerapkan teknologi RDF di Cilacap, mendorong banyak pemerintah daerah untuk mereplikasi dan mewujudkan fasilitas RDF di daerah masing-masing,” sambungnya. []
Penulis: Ahmadi Supriyanto