Warga Kampung Doyo Lama Keluhkan Pembakaran Sampah di TPS

Ilustrasi-Pemulung tengah memilah sampah yang berhasil dikumpulkan, di sebuah tempat pengepul sampah anorganik di Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat .Foto: Ahmadi/envira.id

  • Akses jalan menuju TPS menjadi penghambat perpindahan sampah yang sudah mengancam kesehatan anak dan ibu hamil di kampung ini.

envira, Jakarta—Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tidak benar dapat mengganggu dan membahayakan warga sekitar. Seperti yang terjadi di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura.

Bau menyengat dari aksi pembakaran di TPS tersebut sudah sangat mengganggu kenyamanan dan lebih serius lagi mengancam kesehatan anak dan ibu hamil. Pejabat (Pj) Bupati Jayapura Triwarno Purnomo, menyadari hal itu.

Karenanya, ia beserta perangkatnya telah menyiapkan pemindahan sampah TPS di kawasan itu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Waibron. “Nanti setelah akses jalan selesai dibangun,” kata Triwarno, belum lama ini.

Dikatakan Triwarno, kendala yang dihadapi TPS Doyo Lama memang sulitnya akses jalan menuju ke tempat itu. Itulah, sebabnya, pemerintah setempat lebih fokus untuk membenahi infrasturktur jalannya terlebih dulu. “Ini yang kita fokus untuk selesaikan di tahun ini,” tandas Triwarno.

Karena itu, setelah akses jalan itu baik, sambung Triwarno, sampah di TPS Doyo Lama bisa segera dipindahkan ke TPA Waihbu karena tempat ini sudah selesai dibangun, tetapi saat ini masih ada bebepera pekerjaan untuk akses jalan menuju TPA.

“Kita tetap lanjutkan pekerjaan di TPA Waibron, itu tidak ada kendala. Tahun inipun bisa selesai,” tegasnya. “Jadi, semua prasarananya terkait pengelolaan sampah sudah terbangun dan yang kurang adalah akses jalan masuknya saja. Ini yang sedang kita fokus di sana.” []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

 

Author: Ahmadi

Related posts

Komunitas BISA Gelar Beach Clean-up, Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Kelan

Kolaborasi Dengan Toyamas, Desa Kutuh Luncurkan Air Minum Ramah Lingkunan

Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung