Pemprov Jateng Serius Tangani 6,36 Juta Ton Sampah per Tahun, Gerakan ASRI Digelar Serentak di 35 Daerah

oleh Envira ID
  • Jateng juga punya program penghijauan pesisir melalui Gerakan Mageri Segoro. Penanaman mangrove dinilai penting untuk mencegah abrasi dan bencana lingkungan.

Envira .id, Batang — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan keseriusannya menangani persoalan timbulan sampah yang mencapai hampir 6,36 juta ton per tahun. Angka tersebut membuat persoalan sampah di wilayah itu masuk kategori darurat dan membutuhkan penanganan terpadu di seluruh kabupaten/kota.

Komitmen itu ditandai dengan pencanangan Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik & Indah) oleh Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin melalui aksi bersih-bersih sampah di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa, 24 Februari 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 1.000 orang dan bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Aksi serupa digelar serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, dipimpin langsung oleh kepala daerah masing-masing.

Dalam kegiatan itu, Luthfi turun langsung menaiki alat berat jenis loader untuk mengangkut tumpukan sampah pesisir ke dump truck. Sampah plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga yang menumpuk di pantai dibersihkan bersama para peserta.

Dalam sambutannya, Luthfi menegaskan bahwa persoalan sampah di Jawa Tengah tak bisa lagi ditunda.

“Sampah di Jawa Tengah hampir 6,36 juta ton per tahun. Yang bisa diproses baru sekitar 60 persen, sisanya belum tertangani optimal. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” tegasnya.

Ia mengingatkan target nasional menuju zero waste pada 2029, sehingga Gerakan Jateng ASRI harus diwujudkan melalui langkah konkret. Seluruh bupati dan wali kota diminta menyerahkan data penanganan sampah di daerah masing-masing untuk dibawa ke rapat tingkat pusat.

Selain pengelolaan sampah, Pemprov juga menaruh perhatian pada perlindungan garis pantai Jawa Tengah sepanjang sekitar 920 kilometer. Program penghijauan pesisir melalui Gerakan Mageri Segoro kembali digencarkan di 17 kabupaten/kota pesisir. Penanaman mangrove dinilai penting untuk mencegah abrasi dan bencana lingkungan. Pada Desember 2025, penanaman tercatat hampir dua juta bibit dan akan terus ditingkatkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur tentang Gerakan Jawa Tengah ASRI.

Menurutnya, pengolahan sampah berbasis RDF kini berjalan di Cilacap, Banyumas, dan Magelang, sementara pengolahan sampah menjadi energi listrik telah beroperasi di Kota Surakarta. Pemprov juga mendorong transformasi TPA menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu serta kolaborasi pemanfaatan RDF dengan industri semen.

Gerakan Jateng ASRI diharapkan mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat.

Selain alat berat, peserta dari unsur TNI, Polri, perguruan tinggi, badan usaha, organisasi masyarakat, relawan, mahasiswa hingga warga setempat turut menyisir pantai secara manual, memunguti dan memilah sampah sebelum diangkut.

 

Penulis: Eni Saeni

Envira ID
Author: Envira ID

Envira ID adalah situs web yang menyajikan informasi tentang lingkungan, utamanya masalah persampahan di Indonesia.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?