Kejar Penurunan Emisi, KLHK Terbitkan Manual Set Panduan Teknis

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Foto: KLHK

  • Petunjuk manual dibuat dengan upaya berat dan dilandasi aspek keilmuan teoritik, serta peristiwa-peristiwa empirik.

envira.id, Jakarta—Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bakal menerbitkan dokumen petunjuk praktis dan sistematis mengenai cara, langkah, dan prosedur setiap rencana operasional pelaksanaan aksi mitigasi penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Petunjuk ini terutama untuk digunakan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya.

“Masing-masing langkah kerja kerja tersebut disusun sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan dan prosedur praktikal yang disebut dengan Manual Serial FOLU,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya dalam sambutannya membuka Konsultasi Publik Penyusunan Manual Serial Forestry and Other Land Use/FOLUFOLU, di Jakarta, 10 April 2023.

Penyusunan Manual Serial FOLU digunakan untuk mendukung operasionalisasi (Forestry and Other Land Use/FOLU) Net Sink 2030 dan akselerasi terhadap implementasi berbagai program elemen-elemen Sektor FOLU.

Pedoman kerja ini dibuat dengan langkah kerja sistematis yang berlandaskan teoritik dan empirik yang telah berjalan di antaranya sebagai langkah korektif dalam 5-7 tahun terakhir.

FOLU dirumuskan/ditetapkan, dilaksanakan, dievaluasi, dikendalikan, dan ditingkatkan secara terus-menerus/berkelanjutan oleh semua pihak yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya pada semua tingkatan, baik unit kerja pusat dan daerah, bersama-sama, berkolaborasi dan melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat secara luas.

Manual ini disebutkan Menteri Siti akan berisi satu set instruksi yang berisi prosedur, langkah yang perlu dilakukan. Dokumen petunjuk ini juga merupakan metode untuk menjalankan semua yang tertulis dalam Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dan standar pelaksanaan rencana operasional menuju kondisi net sink pada tahun 2030.

Manual-Guidelines yang kita buat ini dibangun dengan upaya yang cukup berat dan dilandasi aspek keilmuan teoritik, serta peristiwa-peristiwa empirik yang diambil referensinya sebagai pengalaman, dan dengan demikian, maka secara realistik bisa dijalankan,” tegas Menteri Siti.

Dalam agenda aksi iklim, Indonesia telah melakukan penguatan NDC dari first NDC tahun 2016 menjadi Update NDC tahun 2021 dan menjadi Enhanced-NDC (E-NDC) pada September 2022.

Kondisinya adalah penguatan NDC untuk tahun 2030 dari 29% menjadi 31,89% dengan kemampuan nasional (sendiri) serta dari 41% menjadi 43,2% (dengan dukungan kerjasama internasional). Indonesia merupakan salah satu dari 24 negara yang memperkuat NDC nya sebagaimana pesan COP 26 Glasgow (2021), dari sebanyak 195 negara parties Paris Agreement.

Angka 43,2% sebagai target E-NDC Indonesia untuk tahun 2030 ini, kira-kira sama dengan target NDC USA yaitu 43% di tahun 2030. Pada saat ini capaian NDC Indonesia dengan kemampuan sendiri secara keseluruhan adalah 47,28% (tahun 2020) dan 43,82% (tahun 2021).

Angka ini diperkirakan lebih baik lagi di tahun 2022 karena angka deforestasi yang menurun di tahun 2022. Capaian ini telah melebihi angka target NDC yang harus terus dipertahankan oleh Indonesia.

KLHK juga menyebut, deforestasi Indonesia dari tahun 2020 ke tahun 2021 merupakan angka terendah dalam 20 tahun terakhir, yaitu seluas 113,5 Ribu Ha dan kemudian turun lagi dari tahun 2021 ke tahun 2022 menjadi seluas 104,0 ribu Ha. Angka tersebut merupakan deforestasi neto dan terus menurun dengan peningkatan penanaman (RHL), pengendalian karhutla, pengendalian perizinan dan law enforcement. []

Penulis: Ahmadi Supriyanto

Author: Ahmadi

Related posts

Lonjakan Sampah Lebaran Kembali Jadi Pola Tahunan di Kota Bandung

Gubernur Pramono Ungkap Penyebab Tumpukan Sampah Usai Lebaran di Jakarta

Pemkot Denpasar Maksimalkan Penanganan Sampah Organik di Kawasan Wisata Sanur