- Teknologi RDF mengolah sampah rumah tangga campuran melalui proses pencacahan dan pengeringan hingga menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
Envira.id, Bandung — Pemerintah Kota Bandung mempercepat pengembangan teknologi refuse derived fuel (RDF) sebagai alternatif penanganan sampah, menyusul penghentian operasional seluruh insinerator di tempat pembuangan sementara (TPS) serta rencana pengurangan pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan seluruh insinerator telah disegel 100 persen. Di sisi lain, ritase pengiriman sampah ke TPA Sarimukti berpotensi dikurangi hingga 20 persen, sehingga pemerintah kota harus segera menyiapkan sistem pengolahan baru agar tidak terjadi penumpukan di dalam kota.
“Insinerator sudah 100 persen disegel semuanya. Kedua, ada kemungkinan yang sangat besar bahwa pengiriman ke TPA Sarimukti akan dikurangi sampai 20 persen lagi,” kata Farhan, baru-baru ini.
Sebagai gantinya, Pemkot Bandung mempercepat pembangunan fasilitas RDF. Teknologi RDF mengolah sampah rumah tangga campuran melalui proses pencacahan dan pengeringan hingga berubah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara bagi industri, sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan signifikan.
Selain menyiapkan fasilitas pengolahan, pemerintah kota juga memperkuat pemilahan sampah sejak sumber dengan melibatkan masyarakat melalui program Petugas Pengolah dan Pemilah Sampah (Gaslah).
“RDF ini paling memungkinkan dalam waktu cepat, kurang dari sebulan langsung operasional. Anggaran yang seharusnya untuk beli insinerator kami alihkan untuk teknologi RDF,” ujar Farhan.
Model pengolahan sampah menjadi RDF telah diterapkan di sejumlah daerah. Salah satunya Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang menjadi pionir fasilitas RDF di Indonesia. Instalasi RDF Jeruklegi mampu mengolah sekitar 150–200 ton sampah per hari dan menghasilkan sekitar 60 ton bahan bakar RDF untuk dipasok ke industri semen.
Keberhasilan Cilacap menunjukkan pengolahan sampah menjadi RDF tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga mengubah sampah menjadi sumber energi bernilai ekonomi—model yang kini ingin direplikasi di Bandung.
Penulis :Eni Saeni
.